Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Dikeroyok, Lurah Cipete Utara Serahkan Proses Hukum ke Polisi

Lurah Cipete Utara, Kebayoran Baru, Nurcahya. (Taufiek/detikcom) Jakarta  -  Dua orang perempuan ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan L...

Lurah Cipete Utara, Kebayoran Baru, Nurcahya. (Taufiek/detikcom)

Jakarta - 

Dua orang perempuan ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan Lurah Cipete Utara, Nurcahya. Bagaimana tanggapan Nurcahya soal penetapan kedua tersangka ini?

"Saya masih menyerahkan dengan pihak polisi dulu ya," kata Nurcahya kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2020).

Nurcahya merasa kasihan terhadap kedua tersangka. Meski begitu, menurutnya, hal ini jadi pembelajaran bagi semua pihak agar mematuhi protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.

"Sebenarnya kasihan juga ya, karena lagi pandemi seperti ini mereka berbuat seperti itu. Ini pelajaran untuk kita semuanya. Bahwa saya selaku aparat pemerintah melakukan kegiatan itu untuk melindungi masyarakat juga demi keamanan. Karena sekarang kan pandemi COVID belum berakhir," ujar Nurcahya.

Nurcahya kemudian menjelaskan peristiwa yang terjadi di Waroeng Brothers pada Minggu (22/11) dini hari itu. Nurcahya menyebut dirinya dikelilingi banyak orang saat itu.

"Yang ngelilingin saya juga banyak laki-laki ya. Temen-temen FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) saya banyak yang diperlakukan tidak baik juga, sama seperti saya. Bahkan laki-laki lebih dari saya. Tapi diperlakukan sama," ujar Nurcahya.

Nurcahya juga mengiyakan saat ditanya apakah dirinya diintimidasi secara verbal.

"Iya," terang Nurcahya.

Sebelumnya diberitakan, Lurah Nurcahya dikeroyok saat melakukan razia protokol kesehatan di Waroeng Brothers pada 22 November 2020 dini hari. Dua orang perempuan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu, yakni PQ (22) dan RQ (22).

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono mengatakan kedua tersangka adalah pengunjung 'Waroeng Brothers' Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Pengunjung, pengunjung-pengunjung kafe tersebut. Untuk pasal kita kenakan Pasal 170 KUHP, ancamannya 7 tahun," imbuhnya.

Pihak pemilik Waroeng Brothers angkat bicara soal pengeroyokan terhadap Lurah Cipete Utara Nurcahya saat razia protokol kesehatan. Menurut pihak Waroeng Brothers, Nurcahya tiba-tiba datang dan menggebrak meja.

Wisnu Wardhana selaku kuasa hukum Feri, pemilik usaha, menjelaskan kejadian pada Sabtu (21/11) dini hari itu. Menurut Wisnu, saat itu Lurah Nurcahya datang tiba-tiba dan sempat menggebrak meja.

"Beliau dengan tiga orang FKDM masuk langsung memerintah dengan lantang kepada mereka semua untuk mengambil foto, lalu menggebrak-gebrak meja. Jadi misalkan pengakuan Bu Lurah datang dengan baik-baik, menghampiri pemilik, itu tidak ada sama sekali. Yang ada, beliau langsung masuk, gebrak-gebrak meja," kata Wisnu Wardhana kepada wartawan di Waroeng Brothers, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2020).

Menurut Wisnu, aksi gebrak meja yang dilakukan Lurah Nurcahya dan petugas lainnya itu akhirnya memancing emosi para tamu, sehingga bentrokan pun tak bisa dihindari.

"Kalau misalkan saya sebagai pengunjung yang tidak kenal itu lurah karena nggak ada atribut, pasti terpancing. Akhirnya bentrok," imbuhnya.

Menurutnya, Lurah Nurcahya datang ke lokasi tanpa atribut dan tidak didampingi aparatur kelurahan. Satpol PP DKI Jakarta telah menutup permanen Waroeng Brothers.(Sumber : Detik.com