Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Mengenal Kecombrang: Manfaat, Khasiat, dan Cara Menanamnya



Ilustrasi kecombrang. ©Lazada/AW Collection


NusantaraPostOnline.com, JAKARTA - Kalau Anda cukup akrab dengan masakan khas Sunda, mungkin Anda sudah pernah mencicipi salah satunya yang menggunakan kecombrang. Kecombrang memang termasuk bumbu masakan khas Sunda.

Seperti apa bentuk kecombrang? Apa pula manfaat dan khasiatnya? Berikut ini Merdeka.com akan mencoba membahasnya.

Mengenal Bunga Kecombrang atau Honje si Bumbu Dapur dengan Rasa Khas

Bunga kecombrang, combrang, kantan, atau dikenal juga dengan nama honje merupakan tanaman rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Bunganya berukuran besar, dengan mahkota dan batang berwarna merah.

Kecombrang memiliki rasa yang unik, sedikit asam dan sepat. Selain bunganya, batang dan buah kecombrang yang berwarna merah juga bisa disantap. Ketiganya sama-sama memiliki khasiat kesehatan pula.


Manfaat Kecombrang atau Honje

Selain berguna melezatkan masakan, kecombrang juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Bunga berwarna merah ini memiliki kandungan antioksidan, bersifat antibakteri, bisa membantu percepatan penyembuhan luka, menstabilkan gula darah, serta mengontrol tekanan darah.


Cara Mengolah Kecombrang

Kecombrang bisa diolah dengan berbagai cara. Masukkan ke dalam tumisan, sayur berkuah, atau olah menjadi sambal. Variasi masakan bunga kecombrang sangat beragam. Anda bisa mengolahnya menjadi tumis bunga kecombrang, cumi asin masak kecombrang, urap bunga kecombrang, hingga sambal bunga kecombrang.

Sebelum dimasak, cuci bersih dan potong-potong kecombrang terlebih dahulu. Bunganya yang masih kuncup memiliki serat lebih lunak jika dibandingkan bagian batang.


Cara Menanam Kecombrang

Ingin menanam bunga kecombrang sendiri? Anda bisa membeli tanaman bibitnya yang memiliki tinggi 20 cm-30 cm. Produk ini bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp9.000 hingga Rp15.000.

Anda tinggal menanam tumbuhan bibitnya di lubang media tanam polybag berisi tanah dengan kegemburan sedang. Tanam bibit sedalam 5 cm hingga 10 cm, lalu tempatkan di tempat teduh. Rawat sampai tanaman mengeluarkan daun baru beberapa minggu kemudian. 

Sumber : Merdeka.com