Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Pernyataan Anggota DPR Yang Menyebutkan 70 Anak SMP Depok Tak Perawan Berbuah Pro-Kontra


LBH-SHKBRI: Perlu Upaya Konkrit Untuk Menekan Jumlah Kasus Tersebut

__________________________________________________________________

NusantaraPostOnline.com, JAKARTA - Belum lama ini beredar di berbagai media pernyataan Nur Azizah Tamhid, anggota DPR RI, Komisi VIII dari fraksi PKS, yang menyebutkan 70 Siswi SMP di Depok sudah tidak perawan. Pernyataan tersebut berbuah kecaman dari warga Depok.


Laporan REQNews.com menyebutkan, Ketua Yayasan Lembaga Batuan Hukum Kami Ada, Tatang mengatakan apa yang dilakukan Nur Azizah berkaitan dengan Undang-undang ITE tentang penyebaran berita bohong dan membuat resah masyarakat Depok.

“Bayangkan gimana respons masyarakat luar Depok ketika bicara banyak Siswi di Depok yang tak perawan, ini akan membully anak-anak Depok,” kata Tatang, seperti dikutip REQNews.com, Sabtu (26/12/2020).

Selain Tatang, pernyataan Politisi PKS tersebut juga ditanggapi oleh pegiat media sosial, Eko Kuntadhi. 

Melalui kicauannya di laman akun Twitter miliknya, Minggu (27/12/2020), Eko Kuntadhi memberikan sindiran kepada politisi dari PKS itu.

Dalam cuitannya, Eko Kuntadhi turut menyertakan link artikel berjudul 'Politisi PKS Sebut 70 Persen Siswi di Depok Tidak Perawan Lagi, Simak Ciri-Ciri Wanita Tidak Perawan'.

"Ini partai, urusannya selangkangan mulu.... Mungkin inilah hasilnya," tulis Eko Kuntadhi melalui akun Twitter @eko_kuntadhi, seperti dilansir Suara.com, Senin (28/12/2020).

Berbeda dengan Tatang dan Kuntadhi, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, justru sependapat dengan apa yang disampaikan politisi PKS dan dibenarkan dengan data lima tahun lalu yang diumumkan Komisi Komnas PA.

“Jadi sebenarnya lima tahun yang lalu survei Komnas PA menemukan 93,7 persen anak SMP dan SMA itu mengaku sudah tidak perawan lagi. Jadi apa yang dikatakan oleh kader PKS itu dibenarkan data lima tahun lalu dan kita sudah umumkan itu,” kata Arist saat dikonfirmasi VIVA.co.id, Rabu (23/12/2020).

Terkait dengan adanya pro-kontra terhadap pernyataan Anggota DPR dari Fraksi PKS itu, Wakil Ketua LBH-SHKBRI, Brenada Sahat Pardamean SH., justru berpandangan lain.

Saat dimintai tanggapannya terkait sebutan 70 Siswi di Depok sudah tidak perawan oleh Anggota DPR, Brenada mengungkapkan yang penting adalah bukan apa yang disebutkan oleh Anggota DPR itu, melainkan bagaimana mencegah agar jumlahnya (Siswi SMP tidak perawan-Red) kedepan ini tidak semakin bertambah.
Lebih lanjut Brenada menuturkan keprihatinannya.

"Sangat mengkhawatirkan apabila ke depannya nanti angka tersebut akan semakin bertambah dan tak terbendung," kata pria alumnus Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara itu kepada awak media Nusantarapostonline di ruang kerjanya, Kamis (31/12/2020).

Karena itu, Brenada menambahkan, peran orang tua di rumah dan peran tenaga didik di lingkungan pendidikan sangat penting untuk mencegah atau menekan peningkatan jumlah kasus tersebut.

"Selain itu, peran tokoh agama juga sangat penting dan dibutuhkan terutama untuk menumbuhkan kesadaran anak remaja mengenai pentingnya mendalami dan mengamalkan ajaran agama sesuai kepercayaannya masing-masing," ujarnya. (Sepro/Red)