Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Di Tengah Pencarian Korban dan Serpihan Sriwijaya Air, 3 Anggota Kopaska Dengar Teriakan Minta Tolong

_

_
Suara siapakah itu gerangan?
______________________________________________________________________________

NusantaraPostOnline.com, JAKARTA - Di sela-sela kegiatan search and rescue (SAR) dalam operasi pencarian korban dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, tiga personel Kopaska melakukan aksi heroik.

Dilansir JPNN.com, para personel Kopaska itu mengevakuasi nelayan yang meninggal dunia di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Rabu (13/1//2021).

"Ada tiga personel Kopaska yang mengevakuasi jenazah tersebut," kata Perwira Staf Operasi Satkopaska Koarmada I, Letkol Laut (P) Mukawat.

Dia menjelaskan empat 'Sea Riders' Kopaska mengantarkan temuan kotak hitam Flight Data Recorder (FDR) ke JICT II Tanjung Priok pada Selasa (12/1/2021) petang.

Kemudian di Rabu pagi, mereka kembali ke sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang untuk melanjutkan operasi SAR Sriwjaya Air SJ 182.

Saat melintas di antara Pulau Bidadari dan Pulau Untung Jawa, mereka mendengarkan teriakan minta tolong dari kapal nelayan.

"Saat itu cuaca buruk dengan gelombang besar dan angin kencang," kata Mukawat.

Di kapal itu, mereka menemukan dua nelayan, salah satunya telah meninggal dunia.

Para personel Kopaska itu pun melaporkan kepada pimpinan untuk mengevakuasi jenazah sebelum melanjutkan operasi penyelaman pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

"Jenazah lalu dibawa ke pesisir terdekat, yakni Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, dengan menggunakan Sea Rider-19," ujar Mukawat.

Personel Kopaska Koarmada I saat mengevakuasi nelayan yang meninggal dunia akibat perahunya tenggelam di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Rabu (13/1/2021). Foto: ANTARA/HO/Kopaska


Tiba di Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, jenazah korban yang diketahui bernama Rodia (50) diserahkan kepada Komandan Pos AL untuk dilakukan penanganan selanjutnya. *(Red.)


Editor: Togab BB