Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

DUH! Kang Emil Sebut Kota Depok Paling Tidak Patuh Jaga Jarak

 

 
 Tugu Selamat Datang Di Kota Depok. (Dok. WikipediA)

________________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa kedisiplinan masyarakat di Kota Depok untuk menjaga jarak rendah.

Hal itu ia ungkapkan di laman Twitter akun resmi miliknya (@ridwankamil).

"Berdasarkan survei mingguan yang dilakukan oleh ribuan Polisi, TNI dan satpol PP yang bertugas memonitor dan melaporkan prokes di ruang publik via apps khusus. Hasilnya. Untuk kategori paling patuh pakai masker adalah masyarakat Kota Bekasi & paling tidak patuh Kab Tasikmalaya. Untuk kategori menjaga jarak, paling patuh kembali masyarakat Kota Bekasi dan paling tidak patuh adalah masyarakat Kota Depok," ungkapnya.

Menurutnya, hal itu diketahui dari survei mingguan yang dilakukan Satpol PP dan Polisi di Jawa Barat.

Dilansir KOMPAS.com, Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny mempertanyakan dasar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut Depok sebagai wilayah yang warganya paling lalai menjaga jarak.

"Aplikasi apa ya? Kalau aplikasi itu hasil, misalnya kita yang giat melakukan (razia) protokol kesehatan banyak, sementara daerah lain tidak banyak (razia), maka tentu kita yang banyak dong (angka pelanggaran protokol kesehatannya). Justru kita yang rajin yang meningkat," tutur Lienda, seperti dikutip dari KOMPAS.com, Selasa (19/1/2021).

Masih dari sumber yang sama, Lienda menegaskan, jika ingin membuat perbandingan kepatuhan terhadap protokol kesehatan antar wilayah, maka perbandingannya harus sebanding.

"Harus apple to apple, misalnya di daerah ini berapa kali (razia), hasilnya gimana? Jangan-jangan, nanti banyakan Depok yang melalukan kegiatan (razia), ya banyak melaporkan," ujar Lienda.


Selain Lienda, Tweet Ridwan Kamil yang mengungkapkan masyarakat Kota Depok paling tidak patuh menjaga jarak itu juga menuai kritik berupa sindiran dari salah seorang warganet.

"Hehe depok terlalu sempit pak udh gabisa jaga jarak lagi...," sindir pemilik akun Twitter @nabilanrl17.

Namun ada juga warganet yang berkomentar berbeda. Warganet yang satu ini justru mengungkapkan Depok seperti tidak ada Corona.

"Pak Depok emang harus di galakin lagi, Desember lalu kerumah nenek lewat situ Rawa Kalong, situ Cilodong sore rame banget pak. Hampir setiap hari, terutama weekend kata (kota-red) warga sekitar begiitu. Beneran Depok kaya ga ada corona pak," komentar pemilik akun Twitter @adindadly.

Selain itu, pemilik akun Twitter @Akunto7 terang-terangan mengapresiasi Tweet mantan Walikota Bandung yang akrab disapa kang Emil itu.

"Apresiasi kang, ini salah satu upaya agar pemkot/kab terpacu makin konsisten terapkan ketertiban prokes lewat edukasi dan penindakan, terlepas dari cara nya survei bagaimana.
angka2 statistik Covid nggak akan bisa turun kl ketertiban nggak ditegakkan. SALAM PROKES," tandas pemilik akun @Akunto7. (*Red.)


Editor: Togab BB