Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Ini Ramalan Bill Gates Soal Pandemi COVID-19 di Tahun 2021


Nusantarapostonline.com, JAKARTA - Siapa yang tidak kenal dengan Bill Gates? Diprediksi, setengah dari penduduk dunia mungkin mengenal orang terkaya kedua di dunia itu.

Ada nada optimistis yang dibaca dari Ketua microshoft, perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan bersama Paul Allen itu untuk Tahun 2021. Menurut Gates tahun 2021 dunia akan lebih baik dan mengarah ke normal.

Dalam posting blog di situs resminya, ia menulis bahwa musim semi tahun depan penduduk Bumi akan melihat efek positif dari vaksin COVID-19 secara massal.

"Kehidupan mendekati keadaan normal daripada sekarang," ujarnya, seperti dikutip dari situs Metro, Kamis, 31 Desember 2020.

Pria yang bernama lengkap William Henry "Bill" Gates III  itu juga mengingatkan supaya berterimakasih kepada sains karena menjadikan tahun depan jauh lebih cerah daripada tahun ini (2020-red) , yang menurutnya, mengerikan.

Vaksin adalah alasan utama mengapa Gates bisa begitu optimis. Saat ini ada tiga vaksin COVID-19 yang tampaknya bekerja dengan sangat baik. Ketiganya yaitu Pfizer, Moderna dan AstraZeneca. Selain ketiganya, saat ini banyak vaksin serupa yang sedang dikembangkan.

Bill & Melinda Gates Foundation yang ia dirikan tahun 2000 bersama istrinya Melinda Gates mendanai sebagian dari Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI) yang telah membantu mendanai pengembangan beberapa vaksin COVID-19 di seluruh dunia. Artinya, pendiri Microsoft itu berada di posisi yang tepat untuk melihat lanskap vaksin secara keseluruhan.

Vaksin bukan satu-satunya alasan dibalik optimisme Bill Gates. Ia juga menunjuk pada perjanjian second source, yaitu kesepakatan antara perancang dan produsen vaksin untuk memastikan 5-10 miliar dosis yang dibutuhkan untuk produksi.

Semangat kerja sama ini dapat memastikan semua orang divaksinasi dengan waktu yang lebih cepat. Gates juga mengatakan banyak perusahaan farmasi mendapat manfaat bekerja sama dengan cara baru seperti itu.

"Ini mirip dengan bagaimana selama Perang Dunia II, Amerika Serikat (AS) meningkatkan kapasitas produksinya dengan sangat cepat yang mengubah pabrik mobil menjadi pabrik tangki dan truk," jelas Gates.

Namun, ia juga mengakui adanya rintangan dalam mengangkut, mendistribusikan, dan mengajak masyarakat untuk suntik vaksin.

Hal inilah yang harus segera diatasi. Bill Gates bahkan mengakui kerugian yang dapat ditimbulkan oleh teori konspirasi, termasuk yang melibatkan Melinda Gates dan dirinya. (*)