Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Pasca Gempa 6,2 SR di Sulbar, Beredar Video Penjarahan Bantuan Logistik di Mamuju. Mensos Risma: Itu Kelaparan Bukan Penjarahan!

 

 
Menteri Sosial Tri Risma Harini memberi klarifikasi soal video yang beredar di media sosial yang diisukan aksi penjarahan bantuan sembako.
(Tangkapan layar channel youtube @ 
Alfian Rahman)

NusantaraPostOnline.com, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Risma Harini membantah adanya aksi penjarahan bantuan logistik bagi bantuan korban gempa di Mamuju Sulawesi Barat seperti beberapa video yang beredar di media sosial baru-baru ini.

"Sebetulnya bukan seperti itu yang terjadi," kata Mensos Risma kepada awak media disela-sela kunjungannya di Surabaya, seperti dikutip dari KOMPAS.com, Sabtu (16/1/201).

Menurut mantan Walikota Surabaya itu bantuan logistik tersebut memang didistribusikan bagi korban gempa, namun Tim distribusi dari kemensos terlambat sampai di lokasi lantaran akses jalan antara Makasar dan Mamuju terputus.

"Memang karena kemarin itu (akses jalan-red) terputus antara Makasar dengan Mamuju karena ada longsoran," pungkasnya.


Berita Terkait:


Lebih lanjut Mensos Risma menjelaskan, akibat terputusnya akses jalan dari Makasar ke Mamuju, dia bersama Tim Distribusi dari  kemensos terpaksa mencari jalan alternatif menuju lokasi di Mamuju.

"Karena mestinya 9 jam tapi karena ditambah muter 6 jam jadi baru tadi pagi nyampe. Kemudian kita baru bisa membagi (bahan kebutuhan pangan-red), mungkin mereka juga memang kelaparan kondisinya, jadi sekali lagi itu bukan penjarahan," jelas Mensos Risma.


Sejumlah warga mengadang dan memberhentikan secara paksa kendaraan yang mengangkut bahan sembako.
(Tangkapan layar channel youtube @ Alfian Rahman)













Agar peristiwa serupa tidak terulang lagi serta untuk mempercepat pendistribusian bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa, Mensos Risma mengungkapkan telah menyiapkan Balai dan Gedung Diklat Dinas Sosial setempat untuk digunakan sebagai Gudang bantuan logistik.

"Kita punya 41 Balai dan ditambah dengan gedung Diklatnya kita ada enam, itu akan kita jadikan semacam tempat untuk Gudang (logistik) kita," imbuhnya. 



Editor: Togab BB