Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Presiden Jokowi: Doa dan Simpati Saya Bersama Segenap Keluarga Penumpang dan Awak Pesawat

   

   
Presiden RI, Joko Widodo

Nusantarapostonline.com, JAKARTA - Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa duka cita mendalam atas pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak di kawasan perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

"Saya atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya musibah ini," kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (10/1/2021).

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menyampaikan doa dan simpatinya bagi keluarga penumpang dan awak pesawat.

"Doa dan simpati saya bersama segenap keluarga dan kerabat penumpang dan awak pesawat, semoga diberiNya kesabaran dan kekuatan," imbuhnya.


Jumlah Korban 62 Orang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan jumlah korban di pesawat Sriwijaya Air yang jatuh pada Sabtu (9/1/2021) sebanyak total 62 orang. Terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru di dalamnya.

"Total ada 50 penumpang bersama 12 kru yang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi," kata Menhub Budi dalam konferensi pers melalui Zoom pada Sabtu (9/1/2021). 

Menurut Menhub Budi, pihaknya telah menugaskan Dirjen Udara Kemenhub, Jasa Raharja dan Sriwijaya Air untuk menginventarisasi keluarga korban untuk diberikan hak bagi masing-masing keluarga korban.

Menhub Budi juga menyebutkan, Jasa Marga dan maskapai Sriwijaya telah menyediakan penginapan bagi keluarga korban yang berasal dari luar kota dan akan menetap sementara di Jakarta selama proses pencarian dan identifikasi.

"Menurut laporan Jasa Raharja sudah identifikasi dan sudah ditindaklanjuti Sriwijaya Air untuk menyediakan tempat penginapan bagi mereka yang tinggal di luar kota," jelas Menhub Budi.


Keluarga Korban Akan Mendapat Santunan

Manajemen PT Jasa Raharja (Persero) memastikan akan memberikan santunan kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo Slamet saat menggelar konferensi pers bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Minggu (10/1/2021).

"Pada saatnya kami akan melakukan santunan kepada [keluarga] korban pada saat dinyatakan resmi oleh pemerintah," kata Budi Rahardjo seperti dikutip cnbcindonesia.com, Minggu (10/1/2021).

Adapun besaran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas darat, laut, dan udara mencapai Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia, seperti diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 15 dan 16 Tahun 2017.

Sementara itu, untuk penggantian biaya penguburan bagi yang tidak mempunyai ahli waris akan diberikan santunan Rp 4 juta dan manfaat tambahan penggantian biaya ambulans sebesar Rp 500 ribu.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 77/2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, korban jiwa kecelakaan pesawat bisa mendapatkan santunan sebesar Rp 1,25 miliar. **(Red)


Editor : Togab BB