Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Presiden Jokowi Penerima Vaksin COVID-19 Perdana pada Sesi Pertama Vaksinasi

 

 

___________________________________________________________________
Nusantarapostonline.com, JAKARTA - Presiden Jokowi pagi tadi, Rabu (13/1/2021), di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi orang pertama yang menerima vaksin COVID-19 dalam program vaksinasi gratis secara massal di Indonesia. 

Bersama Presiden pada sesi pertama vaksinasi, turut serta sejumlah perwakilan dari berbagai latar belakang dalam vaksinasi COVID-19 perdana yang dilaksanakan di veranda Istana Merdeka.

Nama-nama perwakilan tersebut ialah:
1. Daeng Mohammad Faqih (Ketua Umum PB IDI);
2. Amirsyah Tambunan (Sekjen MUI sekaligus mewakili Muhammadiyah);
2. Ahmad Ngisomudin (Rais Syuriah PBNU);
4. Marsekal Hadi Tjahjanto (Panglima TNI);
5. Jenderal Pol. Idham Azis (Kapolri); dan
6. Raffi Ahmad (perwakilan milenial).

Selain enam orang di atas, sejumlah perwakilan juga tampak hadir pada vaksinasi pertama dalam sesi-sesi setelahnya. Mereka yang hadir tersebut ialah Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), Unifah Rosyidi (Ketua Umum PGRI), Ronald Rischard Tapilatu (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia), Romo Agustinus Heri Wibowo (Konferensi Waligereja Indonesia), I Nyoman Suarthani (Parisada Hindu Dharma Indonesia), Partono Nyanasuryanadi (Persatuan Umat Buddha Indonesia), dan Peter Lesmana (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia).

Selain itu, turut pula perwakilan lainnya yakni Penny Kusumastuti Lukito (Kepala BPOM), Rosan Perkasa Roeslani (Ketua Kadin), Ade Zubaidah (Sekjen Ikatan Bidan Indonesia), Harif Fadhillah (Ketua Umum DPP PPNI) Nur Fauzah (perawat), Lusy Noviani (Wasekjen Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia), Agustini Setiyorini (perwakilan buruh), dan Narti (perwakilan pedagang).

Di samping itu, tampak Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito dan dr. Reisa Asmo Subroto turut serta mengikuti vaksinasi perdana ini.

Dirilis dari youtube sekretariat presiden, berikut jawaban Presiden Jokowi dalam sesi tanya jawab setelah divaksin COVID-19 untuk pertama kalinya.




Tanya: Bagaimana perasaan Bapak setelah divaksi hari ini?

Jawab Presiden: Syukur alhamdulillah, pagi tadi sudah terlaksana dan vaksinasi berjalan dengan baik.

Tanya: Apa yang Presiden Jokowi rasakan ketika menerima suntikan dosis vaksin tersebut?

Jawab Presiden: Enggak, enggak terasa apa-apa. Waktu suntik ya. Tapi setelah dua jam tadi agak pegal sedikit.

Tanya: Saat penyuntikan berlangsung, banyak pihak yang memperhatikan bahwa sang vaksinator tampak gemetar, Mengapa?

Jawab Presiden: Mungkin karena ini juga vaksin pertama kali, dan mungkin juga (karena-red) yang disuntik presiden, apalagi ini juga disiarkan secara langsung di tv-tv, jadi mungkin beliau Prof. dr. Abdul Muhtalib sedikit agak gemetar, dan saya memang lihat. Tapi beliau ini kan dokter yang sudah sangat berpengalaman dan handal, jadi waktu disuntik tadi tidak terasa sakit sama sekali.

Tanya: Kira-kira kapan terakhir kali Presiden Jokowi mengikuti vaksinasi?

Jawab Presiden: Disuntik vaksin terakhir, waduh sudah lama ya, saya sudah lupa. Tapi mungkin pas mau haji itu ada suntik untuk meningitis dan flu


Pada akhir sesi tanya jawab tersebut Presiden Jokowi mengungkapkan harapannya dan menghimbau agar masyarakat mau berpartisipasi dalam program vaksinasi yang diberikan secara gratis deni kemaslahatan bangsa.

"Tentunya saya berharap, nanti seluruh masyarakat seluruh rakyat bersedia divaksin, karena ini adalah upaya kita untuk bebas pandemi (COVID-19). Mengenai waktunya kapan, ini kan memang semuanya harus bersabar karena akan dilakukan secara bertahap. Tapi yang pasti vaksin ini gratis. Dan ingat, walaupun sudah divaksin nantinya kita tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan," papar Presiden Jokowi.

Sebagai informasi, vaksin CoronoVac produksi Sinovac yang disuntikkan kepada Presiden Jokowi dan penerima awal lainnya pagi tadi di Istana Merdeka, sebelunya telah melalui uji klinis yang ketat dan independen, memperoleh ijin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta mendapat fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). *


Editor: Togab BB


Sumber:  

- Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden