Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Publik Apresiasi Tri Risma Harini Pimpin Kementerian Sosial

Menteri Sosial, Tri Risma Harini

_____________________/__/___________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA - Belum lama ini, tepatnya di pengujung tahun 2020, nama Tri Risma Harini kembali menarik perhatian publik. Kali ini bukan karena Pemimpin tegas yang akrab disapa Risma itu marah-marah akibat kerusakan fasilitas publik di Surabaya, melainkan karena ia ditunjuk Presiden Joko Widodo dalam pengumuman perombakan kabinet, Selasa sore, (22/12/2020).

Publik menilai Risma merupakan pilihan yang tepat untuk menduduki jabatan Menteri Sosial di tengah situasi pandemi COVID-19. Pasalnya, wanita kelahiran Kediri, Jawa Tengah, 20 November 1961 itu mendapatkan apresiasi dari Kementerian Sosial atas upaya penanganan bantuan sosial (bansos) terbaik, terutama pada pemberian Program Keluarga Harapan (PKH), Program Beras dan Bantuan Sosial Tunai. Ia juga memiliki berbagai program di Kota Surabaya, seperti wajib belajar gratis (SD-SMP), rehabilitasi tempat tinggal serta program pemberian makan bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Pemerhati Bidang Pendidikan dan Sosial dari ASA Consulting, Drs, Psi., Augustinus Sulaeman, MBA., mengungkapkan sejak didapuk sebagai Menteri Sosial pada Kabinet Indonesia Maju, Risma punya sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam memperkuat jaring pengaman sosial khusunya pada masa pandemi. 



"Hal ini penting untuk menjadi daya percepatan pada program pemulihan ekonomi nasional," kata Augustinus kepada Nusantarapostonline.com, Selasa (5/1/2021).

Seperti yang diberitakan sejumlah media, usai diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai calon Menteri Sosial, Selasa sore (22/12/2020), kader PDIP yang bernama lengkap Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T. itu mengutarakan sejumlah program unggulan yang akan dilaksanakannya saat memimpin Kementerian Sosial dengan melibatkan dari kementerian sampai perguruan tinggi.

Program pertama yang diusung adalah perbaikan data penerima bantuan. Dalam hal ini, Kemensos akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, terutama terkait data kependudukan, serta perguruan tinggi yang ada di wilayah masing-masing. Program kedua adalah program pemberdayaan masyarakat. 

Selanjutnya, program ketiga adalah pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan beberapa kementerian, seperti Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

Terakhir, program keempat adalah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan untuk memastikan akses pendidiikan dan hak kesehatan bagi anak terlantar. **(Red) 


Editor: Togab BB