Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Kapolsek Terlibat Narkoba, Mabes Polri Bicara Hukuman Mati hingga IPW Sebut Pukulan Telak bagi Polri

Kompol Yuni Purwanti
(Tribun Jabar/Daniel Andreand Damani)
______________________________________________
______________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA - Kabar mantan Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma dan belasan oknum anggota Polri yang tertangkap menggunakan narkoba membuat heboh publik.

Mereka terciduk oleh petugas Propam gabungan dari Mabes Polri dan Polda Jawa Barat pada Selasa (16/2/2021) di sebuah Hotel di Kota Bandung.

Kabar tertangkapnya mantan Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi itu jelas mendapat kecaman dari publik.

Terlebih, sebelum tertangkap, Kompol Yuni Purwanti kerap tampil di hadapan publik untuk mensosialisasikan anti-narkoba hingga memburu bandar narkoba.

Hingga kini, Mabes Polri masih belum memutuskan sanksi hukum kepada Kapolsek Astana Anyar dan para anggotanya yang telah dicopot itu.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono menyatakan, pihak internal Polri tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dia masih enggan menjawab terkait kemungkinan seluruh anggotanya itu diberikan sanksi maksimal hukuman mati.

"Kita harus melihat fakta hukum di lapangan dari kasus tersebut. Apakah hanya pemakai, apakah ikut-ikutan, apakah pengedar."

"Semua perlu pendalaman oleh penyidik," kata Argo kepada awak media pada Kamis (18/2/2021).

Diketahui, wacana sanksi hukuman mati kepada personel Polri yang terlibat kasus narkoba itu merupakan kebijakan dari mantan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Terkait sanksi, Argo menyatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

Termasuk kemungkinan anggotanya itu menyalahgunakan jabatannya sebagai personel Polri.

"Masih proses, tunggu saja," jelas dia.

Di sisi lain, kata Argo ke depan pihaknya akan mengevaluasi pencegahan internal terkait kasus narkoba tersebut. Polri menegaskan akan menindak tegas siapapun yang terbukti bersalah agar membuat efek jera.

"Pencegahan internal dan tindak tegas kalau ada kesalahan," tegasnya.

Sementara itu, Indonesia Police Watch (IPW) juga ikut menyoroti Kompol Yuni Purwanti Kusuma yang terjerat narkoba.

Berita Terkait:


Menurut IPW, apa yang dilakukan Kapolsek di Bandung itu adalah tantangan bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, narkoba bukan hal main-main lagi.

"Ini sudah menggerogoti jantung kepolisian, dimana seorang Kapolsek perempuan tega-teganya memimpin anak buahnya untuk narkoba bareng," kata Ketua Presidium IPW Neta S. Pane dalam keterangannya, Kamis (18/2/2021).

Bagaimana pun kasus yang sangat memalukan ini, dikatakan Neta, merupakan pukulan telak bagi Polri, khususnya bagi Kapolri yang baru.

"Maka itu, kasus ini agar ini diusut tuntas agar diketahui apakah ke-12 polisi itu merupakan bagian dari sindikat narkoba di Jawa barat atau hanya sekadar pemakai. Tapi mengingat jumlah mereka begitu besar patut diduga mereka adalah sebuah sindikat," katanya.

Neta berharap dalam proses di pengadilan, ke-12 polisi itu dijatuhi vonis hukuman mati.

Hal itu karena sudah mempermalukan institusi Polri dan mencederai rasa keadilan publik.

Editor: Togab BB

________________________
Baca juga: