Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Akhirnya, Moeldoko Terpilih Jadi Ketua Umum Partai Demokrat Versi KLB


Ribuan Peserta KLB sambut kedatangan Moeldoko di arena kongres usai terpilih jadi Ketua Umum Partai Demokrat, Jumat (5/3/2021)
------------------------------------------------------------'-----------------------------
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA - Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021) akhirnya menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum (Ketum) menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono.

Keterpilihan Moeldoko secara aklamasi sebagai Ketum Partai Demokrat versi KLB Sumut itu menarik perhatian banyak pihak.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengucapkan selamat kepada Kepala Staf Presiden Moeldoko yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumatera Utara pada Jumat (5/3/2021.

"Semoga beliau sehat selalu dan bisa memimpin Partai Demokrat lebih maju untuk kepentingan bangsa dan negara. Selamat dan sukses Bapak Jend. TNI (Purn) Dr. Moeldoko. Jangan capek dan jaga kesehatan bapak, BRAVO PAK MOEL," tulis Ngabalin dikutip dari Twitter pada Sabtu (6/3/2021).

Sementara itu, Mahfud MD malalui akun Twitternya menyampaikan bahwa pemerintah melihat peristiwa Deli Serdang merupakan masalah internal PD dan bukan atau minimal belum menjadi masalah hukum.

Sebab, kata Mahfud, belum ada laporan atau permintaan legalitas hukum baru kepada Pemerintah dari Partai Demokrat. Pemerintah sekarang, tandas Mahfud hanya menangani sudut keamanan, bukan legalitas partai.

Moeldoko sendiri sudah ditetapkan menjadi Ketua umum Partai Demokrat lewat KLB pada Jumat (5/3/2021) siang. Saat ditetapkan, Moeldoko tidak hadir di tempat. Dia hanya memberikan pernyataan lewat sambungan telepon yang diperdengarkan kepada forum KLB.

Dilansir dari channel youtube Tribunnews.com, sebelum menerima tanggungjawab sebagai Ketua Umum terpilih, Mantan Panglima TNI itu terlebih dahulu melontarkan tiga pertanyaan kepada para kader Partai Demokrat yang hadir dalam KLB di Sibolangit itu melalui sambungan telepon.

Pada pertanyaan pertama, Moeldoko menanyakan apakah KLB yang digelar di Sumatera Utara ini telah sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Ruah Tangga (ART) Paetai atau tidak.

"Sesuai," jawab para peserta forum KLB secara serenpak.

"Yang kedua, saya ingin tahu keseriusan kalian memilih saya untuk memimpin Partai Demokrat, serius atau tidak?" tamya Moeldolo.

Peserta forum KLB Partai Demokrat kembali secara serenpak mengatakan 'serius".

Terakhir, Moeldoko menanyakan mengenai kesiapan peserta KLB berintegritas dalam bekerja.

Para peserta KLB kembali secara serempak menjawab pertanyan purnawirawan Jenderal bintang empat itu dengan kata "serius". Moeldoko pun akhirnya menerima keputusan KLB Demokrat untuk memimpin partai itu.

"Dengan demikian, saya menghargai dan menghormati keputusan Saudara untuk kita terima menjadi Ketua Umum," tandas Moeldoko.

Kepala Staf Presiden Moeldoko tiba di Hotel The Hill di kawasan Sibolangit Deli Serdang, tempat KLB digelar pada Jumat malam (5/3/2021) sekitar pukul 21.30 WIB.

Setibanya di arena KLB, Moeldoko diberikan jaket kader Partai Demokrat berwarna biru. Dia lalu mengepalkan tangan ke atas seraya tersenyum semringah.


Selain menetapkan Moeldoko menjadi Ketua Umum, forum KLB di Sibolangit itu juga mentapkan Marzuki Alie menjadi Ketua Dewan Pembina.

Baca juga:


Usai forum KLB digelar, Mantan Wakil Ketua Partai Demokrat, Max Sopacua mengatakan pihaknya akan segera mendaftarkan Ketua Umum Partai Demokrat Moeldoko dan kepengurusan Partai Demokrat yang baru ke Kementerian Hukum dan Ham.

"Ya ini kan baru selesai. Selesai kongres ini, target kedua adalah ke Kumham (Kementerian Hukum dan HAM) untuk mendaftarkan hasil kongres ini," ujar salah seorang pendiri Partai Demokrat itu dalam sambungan telepon dari live Kompas TV,  Jumat (5/3/2021).

Lebih lanjut Max menuturkan, bahwa forum KLB juga memutuskan untuk mendemisionerkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). serta menghapuskan Majelis Tinggi Partai Demokrat, mengembalikkan keputusan DPP terdahulu terhadap pemecatan kader Demokrat baik di pusat maupun di daerah. (*Red)

Editor: Togab BB