Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

AKHIRNYA, Tembok yang Tutup Akses Rumah Warga di Ciledug Dibongkar Pemkot Tangerang

Foto: tvOne
______________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, TANGERANG - Tembok atau pagar beton yang menghalangi rumah warga di Jalan Akasia No 1 RT 04/03, Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, Banten, akhirnya ditobohkan oleh pihak Pemerintah Kota Tangerang, pada Rabu (17/3/2021).

Perobohan pagar beton yang melibatkan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan dijaga ketat oleh gabungan TNI dan Polri itu dilakukan setelah berakhirnya batas waktu yang diberikan oleh pihak Pemkot Tangerang kepada pihak yang membangun pagar beton tersebut.

Sebanyak 2 unit alat berat didatangkan oleh pihak Pemkot Tangerang untuk mempermudah proses perobohan pagar beton sepanjang 300 meter tersebut, dan disaksikan oleh pemilik rumah yang terisolir dan pihak ahli waris yang membangun pagar beton sepanjang 300 meter tersebut dilakukan dengan menggunakan 2 unit alat berat.

Hadiyanti, selaku penghuni rumah yang sebelumnya terisolir merasa sangat lega dan bersyukur dengan dirobohkannya tembok yang menghalangi akses jalan ke rumahnya itu sejak 21 Februari 2021.

"Berterima kasih, beribu-ribu terimakasih dalam membukakan pintu buat kami, kita jadi bisa aktifitas, cucu saya bisa ngaji, saya alhamdulillah banget. Soalnya tiap hari habis magrib pengen ngaji saya sedih. Tapi sekarang ini saya syukur alhadulillah," kata Hadiyanti kepada tvOneNews, Rabu (17/3/2021).

Sebelumnya, Pemkot Tangerang telah berusaha untuk meminta kepada pihak ahli waris yang membangun pagar beton itu untuk membongkar sendiri, namun tidak diindahkan. Hingga akhirnya tembok setinggi 2 meter yang memanjang menutup akses jalan itu pun terpaksa dibongkar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Daerah (Asda I) Tata Pemerintahan Kota Tangerang, Iwan Yudianto, saat meninjau langsung prosesi perobohan pagar beton itu di lokasi.


"Sudah beberapa kali panggilan, kemudian beberapa kali peringatan, terakhir kami melayangkan surat peringatan terakhir untuk membongkar sendiri, dan pada hari ini karena kemarin tidak dibongkar akhirnya kami bongkar," ujar Iwan.

Menurut Iwan, berdasarkan informasi yang diperolah dari BPN (Badan Pertanahan Nasional), pihaknya meyakini bahwa lahan yang dibangun tembok itu statusnya jalan.

"Kami meyakini dari warkah yang disampaikan oleh BPN bahwa tanah yang dibangun tembok itu statusnya jalan," imbuhnya.

Untuk diketahui, terlepas pagar beton sepanjang 300 meter itu dibangun diatas tanah yang statusnya fungsi jalan, Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960, dalam Pasal 6 dengan tegas menyatakan "Semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial".  Secara normatif, asas fungsi sosial atas tanah sebagaimana dimaksud Pasal 6 tersebut mengandung makna bahwa hak atas tanah apa pun yang ada pada seseorang, tidak dapat dibenarkan bahwa tanahnya itu akan dipergunakan (atau tidak dipergunakan) semata-mata untuk kepentingan pribadinya, apalagi kalau hal itu menimbulkan kerugian bagi masyarakat. (*Red.)

Editor: Togab BB
_________________________________
Baca Juga: