Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Halangi Wartawan Saat Melaksanakan Profesinya, Oknum Perangkat Desa Cikande Permai Bisa Dipidanakan


____________________________________________________________

NusantaraPostOnline.com, SERANG - Belum lama ini beredar kabar di berbagai media menyusul tindakan oknum Perangkat Desa Cikande Permai, Serang, Banten, yang menghalang-halangi wartawan media online saat melaksanakan profesinya pada Jumat (19/3/2021) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Redaksi NusantaraPostOnline, M. Benda Roasi, mengungkapkan bahwa sebagai insan pers, Ia menyesalkan tindakan arogan 
oknum Perangkat Desa Cikande Permai itu.

Menurut Roasi, jika wartawan yang meliput soal dugaan pungli pembuatan SKU di Kantor Desa Cikande Permai itu sudah menunjukkan identitas dirinya sebagai wartawan dan melakukan tugas sesuai dengan kode etik jurnalistik, seharusnya wartawan bersangkutan dijamin dan dilindungi secara hukum.

Karena itu, sambung Roasi, tindakan oknum Perangkat Desa Cikande Permai yang menghardik dan marah-marah kepada wartawan dari salah satu media online saat dimintai konfirmasinya merupakan suatu pelanggaran berat terhadap kemerdekaan pers.

Baca juga:
Lindungi Data Pribadi Anda! Hindari Unggah Sertifikat Vaksin Covid-19 di Medsos atau Mengedarkannya

"Bahkan perbuatan oknum Perangkat Desa Cikande Permai itu, bukan saja mengancam kelangsungan kemerdekaan pers, melainkan juga merupakan tindakan yang merusak sendi-sendi demokrasi. Hal itu merupakan pelanggaran sangat serius," ucap Roasi, Senin (22/3/2021).

Untuk diketahui, bahwa dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 8 Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Lebih lanjut dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-undang nomor 40 tahun 1999 pada intinya menegaskan, pihak manapun yang menghambat dan menghalang-halangi fungsi dan kerja pers dianggap sebagai perbuatan kriminal dan diancam hukuman pidana 2 tahun penjara atau denda paling banyak Rp500 juta. (R.Noer/Red.)

Editor: Togab BB