Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Mulai 1 April 2021 Syarat Naik Pesawat Bisa Pakai Hasil Test GeNose C19

Ilustrasi: Pelaku perjalanan sedang duduk di ruang tunggu bandar udara.
_______________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mulai memperbolehkan pelaku perjalanan transportasi udara menggunakan alat deteksi GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.  Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Salah satu poin penting dalam Surat Edaran yang diterbitkan Satgas Penanganan Covid-19 dan ditandatangani  oleh Doni Monardo pada 26 Maret 2021 yang lalu itu menyebutkan, saat ini pelaku perjalanan transportasi udara dapat memilih salah satu dari tiga opsi pemeriksaan Covid-19, yakni bisa melalui PCR test, Rapid Test Antigen, atau GeNose C19. Dengan kata lain, pelaku perjalanan transportasi udara dapat menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

"Pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC (Health Alert Card atau kartu kewaspadaan kesehatan, red) Indonesia," demikian bunyi ketentuan poin (3b) pada bagian huruf F (Protokol), Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021, dikutip NusantaraPostOnline.com, Selasa (30/3/2021).

Adapun mengenai ketentuan mengenai surat keterangan hasil negatif Covid-19 tersebut hanya berlaku untuk remaja dan orang dewasa. Sedangkan terhadap anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan. 

"Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk melakukan test RT-PCR/Rapid Test Antigen/test GeNose C19 sebagai syarat perjalanan," demikian disebutkan pada poin (3k) bagian huruf F (Protokol), Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021.


Dalam Surat Edaran ini, tegas melarang adanya tindakan pemalsuan surat keterangan hasil test negatif Covid-19. Larangan ini disebutkan dalam poin 5 bagian huruf G (Pemantuan, Pengendalian dan Evaluasi), yang berbunyi:

"Pemalsuan surat keterangan hasil test RT-PCR/Rapid Test Antigen/test GeNose C19 yang digunakan sebagai syarat perjalanan orang akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan."

Pada bagian terakhir disebutkan bahwa Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 1 April 2021 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian sesuai dengan kebutuhan dan/atau dengan perkembangan terakhir di lapangan.

Baca juga:


Sebagai informasi tambahan, GeNose C19 merupakan singkatan dari Gadjah Mada Electronic Nose Covid-19. Alat canggih tersebut adalah inovasi alat pendeteksi Covid-19 hasil kolaborasi tim ahli lintas bidang ilmu di Universitas Gajah Mada (UGM).

GeNose C19 ini cara kerjanya cukup praktis, seseorang diminta menghembuskan napas ke dalam sebuah tabung saat tes, selanjutnya mesin akan mendeteksi keberadaan virus Corona dalam tabung tersebut, dan hasilnya dapat diketahui dengan hanya membutuhkan waktu sekitar 50 detik.

Penggunaan GeNose C19 ini dinilai sebagai alternatif alat deteksi Covid-19 yang murah, dengan harga sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu. (Red.)

Editor: Togab BB