Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Polresta Tangerang Ringkus Pelaku Penganiaya Balita di Kampung Karang Kobong Kawasan Sindang Jaya



_______________________________^____________________________________
NusantaraPostOnline.com, TANGERANG - Polresta Tangerang menangkap seorang pria berinisial ASD (27 tahun) terkait kasus kekerasan atau penganiayaan terhadap anak di bawah umur di kawasan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro mengungkapkan, berdasarkan sejumlah pemeriksaan, termasuk lewat bukti berupa video yang merekam aksinya. tersangka ASD terbukti melakukan penganiayaan terhadap anak berinisial ZM (2 tahun).

"Melalui hasil interogasi, bahwa benar yang bersangkutan telah melakukan kekerasan terhadap korban sesuai dengan video yang telah ditunjukkan," ujar Wahyu dalam pernyataan resminya di Tangerang, Selasa (16/3/2021). 

Lebih lanjut Wahyu menuturkan, ASD melakukan aksi kasarnya itu lantaran kesal pada korban yang telah membanting handphone-nya. Selain itu, tersangka ASD juga tengah bermasalah dengan bibi korban berinisial AW yang diketahui merupakan pacar ASD. 

Secara kronologi Wahyu menerangkan, bahwa  kejadian kekerasan terhadap anak dibawah umur itu bermula saat tersangka ASD membawa korban dengan alasan diajak bermain ke rumahnya setelah mengantar pacarnya  (yang dalam kasus ini berstatus sebagai saksi) ke tempat kerja. Peristiwa kekerasan pun terjadi saat korban tengah bermain di kamar tersangka, di Kampung Karang Kobong, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang pada Ahad (28/2/2021) sekitar pukul 13.00 WIB. 

"Namun pada saat main di kamar bersama tersangka, korban yang masih kecil (balita) itu tidak sengaja melempar HP milik tersangka, sehingga hal tersebut membuat tersangka emosi dan marah. Dia (tersangka, red) langsung memukul perut korban beberapa kali dengan posisi korban duduk dan berdiri serta tertidur," terang Wahyu. 


Belum puas lampiaskan emosinya, tersangka kembali memukul korban dengan menggunakan tumit kaki ke perut dan ke dekat kemaluan korban pada posisi korban tengah telentang. Kejadian tersebut mengakibatkan korban langsung buang air besar karena pukulan di perut dan korban pun menjadi lemas. Akibat tindakan pemukulan tersebut diketahui korban mengalami luka memar pada bagian dada dan pada bagian kemaluan. 

Peristiwa pemukulan terhadap balita tersebut, sambung Wahyu, diketahui oleh saksi AW dari HP milik tersangka. Selanjutnya saksi AW memberitahukan kekerasan dalam video tersebut kepada kakaknya selaku orang tua korban.

"Kejadian tersebut didokumentasikan sendiri oleh tersangka melalui video dengan menggunakan HP miliknya. Dan video tersebut diketahui oleh saksi AW dan akhirnya memberitahukan kepada kakaknya selaku orang tua korban," jelas Wahyu. 

Baca juga:

Dengan adanya laporan serta petunjuk lewat video tersebut, pihak kepolisian melakukan pengamanan terhadap tersangka di rumahnya.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat  dengan Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," imbuhnya.

Pihak kepolisian (Polresta Tangerang) masih terus melakukan pendalaman terkait kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap anak dibawah umur tersebut. (R. Noer/Red.)

Editor: Togab BB