Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Ratusan Pelayat Antarkan Mendiang Artidjo Alkostar, Mantan Hakim Agung yang Penuh Integritas

Ratusan pelayat antarkan jenazah Artidjo Alkostar untuk dimakamkan, di Makam Keluarga Besar UII, Senin (1/3/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
_______________________________
_______________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, SLEMAN - Bangsa Indonesia kehilangan salah satu tokoh yang gigih memperjuangkan keadilan, Artidjo Alkostar.

Mantan Hakim Agung yang penuh integritas yang kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat pada Minggu (28/2/2021) siang.

Informasi tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD melalui akun Twitter resminya.

"Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritas. Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yang kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini. Inna Lillah Wainna Ilahi raji'un. Allahumma ighfir lahu," ujar Mahfud MD pada akun Twitternya @mohmahfudmd, Minggu (28/2/2021) ini.

Ratusan pelayat menghadiri persemayamannya, mulai dari Presiden Joko Widodo hingga aktivis HAM (Hak Azasi Manusia).

Seremoni persemayaman mendiang Artidjo Alkostar berlangsung di Auditorium Abdulkahar Muzakkir, UII, Senin (1/3/2021) pukul 10.00 WIB.

Presiden Joko Widodo menyempatkan hadir sekitar pukul 08.00 WIB sebelum menjalankan sejumlah agendanya di DIY.

Baca juga:


Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, juga turut hadir dan memberi sambutan.

"Segenap jajaran KPK berduka atas berpulanganya beliau. Beliau adalah sosok yang baik. Kita adalah saksi kebaikan beliau," kata Firli.

Sosok Penegak Hukum yang sangat sederhana, apa adanya.

Firli menuturkan, Artidjo memiliki kepribadian yang menginspirasi, yakni sangat sederhana, apa adanya dan tidak pernah meminta pada Negara.

"Kedua, (beliau) memiliki prinsip selalu bersyukur, ikhlas, dan sabar dengan apa yang kita terima dan yang diberikan Allah," ujarnya.

Menurut Firli, kepergian Artidjo bukan saja kehilangan bagi KPK, tapi juga seluruh bangsa Indonesia.

Ia berharap Artidjo dapat menjadi inspirasi untuk terus semangat dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Pejuang Hak Azasi Manusia

Mantan mahasiswa Artidjo yang saat ini aktif di Amnesti Internasional Jogja sekaligus pendiri Sosial Movement Institute, Eko Prasetyo mengatakan, Artidjo mengajarkan banyak hal, salah satunya adalah tradisi menulis.

"Bang Ar sangat produktif, saya dulu ngedit bukunya, Negara Tanpa Hukum," ujarnya.

Artidjo menurutnya merupakan salah satu pejuang HAM, termasuk memperjuangkan proses penegakan pelanggaran HAM masa lalu.

Ditakuti para koruptor

Artidjo merupakan salah satu sosok hakim yang paling ditakuti oleh koruptor saat dirinya masih bertugas di MA atau Mahkamah Agung.

Artidjo disebut sering memberi "hadiah" berupa hukuman tambahan untuk para koruptor yang mencoba mendapatkan keringanan di tingkat kasasi.

Sebagai hakim MA, Artidjo mengaku, tak sedikit pemohon kasasi yang mencabut berkas ketika mengetahui dirinya yang akan menyidangkan perkaranya.

"Itu banyak itu (perkara yang dicabut), kadang-kadang mau kami sidangkan itu, eh paginya sudah dicabut," katanya.**

Editor: Togab BB