Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Rekonstruksi Penembakan di Cafe RM Cengkareng Jakbar 51 Adegan, Keluarga Korban Tak Kuasa Menahan Tangis

Tersangka Cornelius dalam salah satu adegan rekonstruksi di lokasi tempat kejadian perkara. (NPO/MBR)
________________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA - Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskimum) Polda Metro Jaya bersama aparat TNI dibantu tim dari Polres Metro Jakarta Barat menggelar rekonstruksi kasus penembakan Tersangka Bripka Cornelius di Raja Mura Cafe (Cafe RM) Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (29/3/2021).

Dalam gelar rekonstruksi yang dimulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB tersebut, penyidik menghadirkan tersangka Cornelius di tempat kejadian perkara (TKP).

Dengan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian dan TNI, tersangka Cornelius menjalani beberapa adegan rekonstruksi yang dilakukan baik di dalam maupun luar ruangan Cafe RM tersebut.

Berdasarkan rekonstruksi sebanyak 51 adegan tersebut, diketahui bahwa tersangka Cornelius tiba di Cafe RM sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

"Pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2021 sekira pukul 02.00 WIB, tersangka Cornelius dan saksi Fegi sampai di Raja Mura Cafe, Jakarta Barat dengan menggunakan mobil milik tersangka Cornelius, dan memarkirkan kendaraan tersebut di pinggir jalan sebelah kiri dari depan Raja Mura Cafe," kata penyidik kepada wartawan dalam rekonstruksi, Senin (29/3/2021).

Kemudian, tersangka Cornelius masuk ke dalam Cafe dan memesan satu botol minuman keras (miras) bermerk 'Black Label'. Kemudian, saksi Intan dan saksi Tiara datang menemani tersangka Cornelius dan saksi Fegi, dengan posisi saksi Intan menemani tersangka Cornelius dan saksi Tiara menemani saksi Fegi.

Setelah menghabiskan sebotol miras, tersangka Cornelius kembali memesan sebotol miras lagu dengan merk yang sama.

Pada pukul 04.00 WIB, saksi Intan mengambil bill (tagihan) minuman yang dipesan tersangka Cornelius, karena saat itu Cafe RM hendak tutup.

"Tersangka Cornelius yang mabuk dan tertidur di sofa dalam posisi duduk dibangunkan oleh saksi Intan dan saksi Fegi. Setelah tersangka Cornelius bangun, saksi Intan memberitahukan bahwa tagihan yang harus dibayar berjumlah Rp 3.335.000," kata penyidik.

Baca juga:

Saat dibangunkan, tersangka Cornelius mengaku kepada saksi Intan bahwa ia dalam keadaan mabuk. Lalu Manajer Cafe (Hutapea) lewat di depan meja tersangka Cornelius dan saksi Intan duduk. Kemudian saksi Intan mengatakan bahwa tersangka Cornelius belum melakukan pembayaran, dan korban Hutapea menyuruh menunggu hingga tersangka Cornelius sadar.

Selanjutnya, Cornelius bersama Intan berjalan menuju kasir.

Di meja kasir, tersangka Cornelius kembali bertanya jumlah tagihan minuman yang ia (tersangka) pesan kepada saksi Intan.

Usai memberi tahu jumlah tagihan, saksi Intan pergi dari meja kasir.

Saat tersangka Cornelius belum juga melakukan pembayaran, korban Hutapea meminta korban Sinurat yang merupakan anggota TNI AD untuk membantu menagih tersangka Cornelius.

Korban Sinurat berdebat dengan tersangka Cornelius di sisi luar meja kasir.

Melihat hal tersebut, saksi Fegi segera menjauhkan tersangka Cornelius dari meja kasir.

Saksi Fegi meminta tersagka Cornelius bersabar dan menyelesaikan masalah pembayaran.

Korban Hutapea kemudian mengampiri meja kasir dan bertanya pada kasir bernama Doran Manik berapa jumlah tagihan tersangka Cornelius.

"Berapa sih bonnya?' Lalu korban Doran Manik menjawab 'Rp 3.335.000'. Kemudian korban Hutapea mengatakan kepada tersangka Cornelius 'sudah bayar saja Rp 3.3 juta'," kata penyidik.

Seketika tersangka Cornelius mengeluarkan senjata api jenis revolver yang ia bawa di tas pinggangnya.

Melihat hal itu, saksi Fegi segera memeluk tersangka Cornelius dari belakang. Namun hal tersebut tak mencegah tersangka Cornelius menembak orang-orang yang ada di Cafe RM saat itu.

"Tersangka Cornelius menembakkan senjata api miliknya ke korban Sinurat," kata penyidik.

Korban Sinurat terjatuh, tapi tersangka Cornelius kembali menembaknya satu kali lagi.

Kemudian tersangka Cornelius menembakkan pelurunya yang ketiga ke arah kasir. Tembakan tersebut mengenai Hutapea, korban pun terjatuh. Saksi Fegi yang sebelumnya memeluk tersangka Cornelius juga terjatuh.

Tersangka kemudian mengambil ponsel miliknya dan pergi dari lokasi. Tak lama kemudian Tersangka Cornelius kembali menembak untuk keempat kalinya ke arah korban Doran Manik, kasir Cafe RM.

Tak berhenti di situ, tersangka Cornelius menembakkan senjata apinya sebanyak dua kali lagi ke arah meja kasir dan mengenai korban Feri Saut Simanjuntak, pegawai Cafe RM.

Kemudian tersangka Cornelius keluar dari Cafe RM lalu mengisi ulang peluru senjata api miliknya.

Saksi Fegi melaporkan kejadian tersebut kepada anggota Polsek Kalideres.

Polisi kemudian datang ke TKP dan membawa tersangka Cornelius ke Mapolsek Kalideres.

Peristiwa penembakan itu menewaskan tiga orang, yakni Sinurat, Feri Saut Simanjuntak, dan Doran Manik. Sedangkan Hutapea dalam keadaan luka-luka.

Keluarga korban penembakan tampak turut hadir dalam rekonstruksi tersebut. Tangis keluarga korban tak dapat terbendung saat adegan rekonstruksi berlangsung.

Seperti diketahui, setelah peristiwa penembakan itu, Cafe RM disegel permanen, sebab melanggar aturan jam operasional di masa pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Cafe RM juga diketahui sudah sempat ditindak dua kali oleh Satpol PP setempat karena pelanggaran prokes atau protokol kesehatan. (MBR)

Editor: Togab BB