Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Terkait Upah Pekerja Subkon Kebersihan, Ini Penjelasan Sekcam Balaraja

Sekcam Balaraja, Galih Prakosa. (NPO/R. Noer)
__________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, TANGERANG- Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Balaraja, Galih Prakosa memberi klarifikasi atau tanggapan terkait keluhan para Pekerja Subkon Kebersihan Kecamatan Balaraja, Kavupatrn Tangerang, Banten, seperti diberitakan media NusantaraPostOnline, Minggu (28/3/2021).

Galih mengungkapkan, bahwa pada periode tahun 2020 yang lalu terjadi pengurangan anggaran yang berimbas pada pagunikatif kecamatan pada tahun 2021.

"Tahun 2020 anggaran berkurang dan begitu di tahun 2021 pagunikatif kecamatan tidak mencukupi maka otomatis semua nominal berkurang, karena itu pihak Kecamatan (Balaraja, red) hanya bisa memfasilitasi sebelas orang dari lima belas Pekerja Subkon yang ada," kata Galih kepada awak media NusantaraPostOnline, Senin (29/3/2021).

Lebih lanjut Galih menjelaskan, bahwa pada awalnya pihak Kecamatan Balaraja merekrut delapan belas orang Pekerja Subkon kebersihan.

"Memang awal kali pihak kecamatan merekrut 18 orang Pekerja (Subkon, red), namun karena kegiatan fisik dan Seksi harus memotong 50 persen maka  pihak Kecamatan harus mengurangi tiga orang pekerja, dan menyisakan lima belas orang pekerja Subkon," ujar Galih.

Berita Terkait:
Upah Pekerja Subkon Kebersihan Kecamatan Balaraja Diduga Dikebiri, Tanpa Penjelasan!


Untuk mengatasi hal tersebut, sambung Galih, pada periode tahun 2021 ini pihaknya mengambil kebijakan demi mempertahankan keberlangsungan hidup sesama para Pekerja Subkon Kebersihan.

"Kita sebagai mahluk sosial tentunya harus bisa mengambil langkah-langkah yang lebih bijak untuk memikirkan  keberlangsungan hidup sesama untuk para Pekerja Subkon Kebersihan. Maka dari itu kami mencari cara untuk menyiasati agar empat pekerja Subkon yang masih bisa dipertahankan untuk tetap bekerja, dengan mengambil satu kebijakan subsidi silang melaui mekanisme yang ada, akan tetapi hal ini tetap kita kembalikan lagi kepada para pekerja Subkon itu sendiri," papar Galih.

Menurut Galih, pihaknya berkeyakinan bahwa kebijakan yang diambil tersebut tetap mempertimbangkan hak-hak para Pekerja Subkon, seperti upah dan BPJS.

Kendati demikian, Galih menyadari bahwa kebijakan tersebut opsional atau memberikan dua pilihan.

"Namun dua pilihan tersebut memang cukup dilematis, yang pertama empat orang harus  kita keluarkan dan sudah barang tentu mereka kehilangan pekerjaan, untuk yang kedua tetap kita pertahankan tapi disisi lain  kita harus mengurangi atau memotong upah dari sebelas pekerja Subkon tersebut. Sedangkan untuk pemerataan dalam pengupahan bagi lima belas para pekerja Subkon yang masih bisa dipertahankan, maka pihak Kecamatan (Balaraja, red) meminta secara sukarela kepada masing-masing para pekerja Subkon agar pembayaran upah yang awalnya melalui ATM diubah menjadi pembayaran upah  tunai," tuturnya. (R. Noer/Red.)

Editor: Togab BB
_________________________
Baca juga: