Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka SD Telah Dimulai di Boyolali Jateng, Keselamatan Kesehatan Jadi Prioritas


______________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, BOYOLALI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali Provinsi Jawa Tengah sudah memberikan izin pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) beberapa sekolah untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Sekolah yang sudah memenuhi syarat mulai melaksanakan uji coba PTM pada pekan ketiga bulan ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Darmanto menjelaskan, pelaksanaan uji coba PTM itu tidak diwajibkan. Namun untuk bisa melakukan uji coba PTM, ada syarat ketat dari  Disdikbud. Antara lain, harus berada di wilayah zona hijau, guru-guru yang mengajar harus sudah menerima vaksinasi Covid-19 sebanyak dua dosis.

Selanjutnya siswa yang akan mengikuti PTM harus mendapatkan izin dari orang tua. Jika tidak, maka siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran secara daring. Saat ini, katanya, dari 595 SD di Boyolali, yang mendapat izin melaksanakan PTM baru 57 SD.

“Dua hal yang harus kita capai, yang pertama prioritas keselamatan kesehatan peserta didik, pendidik dan tenaga pendidikan karena ini masih pandemi. Yang kedua tetap dalam upaya mempertahankan meningkatkan motivasi dan semangat belajar serta mutu pendidikan. Dua hal pokok itu harus tercapai bersama-sama,” ujar Darmanto, saat meninjau pelaksanaan PTM ke SD Negeri 1 Kemiri pada Kamis (18/3/2021).

Ditambahkan, PTM dimulai dari jenjang sekolah dasar (SD) karena lebih mudah untuk mendeteksi peta zonasi wilayah Covid-19. Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA yang siswanya dari berbagai daerah, sehingga sulit mendeteksi peta zonasinya.

Mengingat tenaga pendidik yang melakukan PTM harus sudah mendapat vaksinasi Covid-19 sebanyak dua dosis, pihaknya terus mendorong pelaksanaan vaksinasi untuk para pengajar. Hingga akhir Maret nanti, ditargetkan 10.000 orang tenaga pendidik, baik PNS maupun non-PNS pada jenjang TK-SD, sudah mendapatkan vaksin Covid-19 secara lengkap. Tenaga pendidik yang belum mendapat vaksinasi Covid-19 tidak diizinkan untuk mengadakan PTM.

Sementara itu  Kepala SD Negeri 9 Boyolali, Ngatmi menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya sudah memulai uji coba hari pertama. PTM di sekolah yang memiliki 217 orang siswa tersebut dilaksanakan dua kali dalam seminggu dengan durasi tiga jam. Banyaknya siswa per kelas hanya 50.persen, jadi pelaksanaannya dibagi dalam dua sif.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan di sekolah itu dilaksanakan secara ketat. Siswa wajib memakai masker, saat memasuki gerbang sekolah dilakukan pengecekan suhu badan, kemudian siswa diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Di samping itu siswa diwajibkan membawa hand sanitizer pribadi, meskipun di sekolah juga menyediakan hand sanitizer di setiap kelas. Siswa juga diwajibkan membawa bekal dari rumah agar kesehatan tetap terjaga.

“Tetap melaksanakan 5M, sesuai yang telah dianjurkan oleh Pemerintah,” kata Ngatmi.

Baca juga:

Untuk diketahui, pada bulan November 2020 lalu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti telah mengungkapkan bahwa uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) pada sekolah-sekolah yang diunggulkan penting untuk dilakukan.

Menurut Retno, hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kekurangan dan kelebihan apabila sekolah kembali dibuka pada masa pandemi. Selain itu, sekolah tersebut dapat menjadi contoh dalam adaptasi kebiasaan baru di satuan pendidikan jika dinilai berhasil.

Lebih lanjut, saat itu Retno berpendapat, pembukaan sekolah dapat dilakukan apabila semua stakeholder sudah siap. Dalam hal ini, ada kampanye "5 Siap" yaitu daerah siap, sekolah siap, guru siap, orangtua siap, dan siswa siap. *

Penulis : Tim Liputan Diskominfo Boyolali
Editor: Togab BB