Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Begini Penampakan Rumah Mewah di Kedoya Jakbar Setelah Dipreteli Sekelompok Maling


 
______________________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA - Pembobolan rumah mewah yang dalam kondisi ditinggal penghuninya yang berlokasi di Jalan Kedoya Alkamal Blok A15/27, RT 04/RW 04, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu akhirnya dalam waktu yang relatif singkat berhasil diungkap oleh aparat kepolisian setempat.

Menurut Kepala Polsek Kebon Jeruk Kompol Robinson Manurung, rumah newah tersebut dibongkar oleh beberapa orang pelaku yang berprofesi sebagai kuli bangunan.


Lebih lanjut mantan Kanit Reskrim Polsek Kembangan itu mengungkapkan, modus operandi para pelaku membongkar dan mencuri bahan bangunan berikut perlengkapan interior rumah mewah tersebut tanpa seizin pemilik rumah.

Robinsun Manurung menjelaskan, bahwa kronologi terungkapnya kasus pembongkaran dan pencurian material bangunan rumah tersebut berawal pada 20 Maret 2021.

Ketika itu, seorang saksi mata berinisial 'MH' (56) melihat ada sekelompok orang yang tidak dikenal sedang bekerja membongkar material rumah milik saudara kanndungya.

"Mereka (para pekerja, red) membongkar diantaranya kusen, genteng dan bagian rumah lainnya," kata Robinson Manurung kepada wartawan pekan lalu.

Kemudian saksi MH yang merupakan kakak dari pemilik rumah mewah itu bertanya kepada para pekerja mengapa rumah saudaranya dibongkar.

"Para pekerja mengaku sebagai orang yang disuruh mengerjakan pembongkaran atas barang bangunan rumah tersebut (oleh seseorang yang tidak dikenal oleh MH, red) dengan imbalan upah Rp125 ribu per hari dengan maksud untuk diambil barang material bangunan rumah tersebut," ujar mantan Kapolsek Batu Ceper itu.

Selanjutnya, tanpa berpikir panjang, saksi MH segera menghubungi pihak sekuriti kompleks dan Polisi untuk melaporkan kejadian tersebut.

Atas lapiran dari MH tersebut, dalam waktu yang relatif singkat para pelaku berhasil ditangkap oleh tim dari Unit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, dan setelah meminta keterangan dari para pelaku, maka pejabat kepolisian dari Polsek Kebon Jeruk dan Polres Metro Jakarta Barat  bersama-sama menggelar konferensi pers yang digelar di tempat kejadian perkara (TKP), Rabu (31/03/2021).

Pada saat gelar Konferensi Pers tersebut, para wartawan dizinkan untuk melihat lebih dekat kondisi rumah mewah yang telah dipreteli para pelaku.


Sekilas, saat melihat pintu bagian depan dan bagian garasi yang masih utuh, seolah tidak terjadi apa-apa pada rumah mewah tersebut. 


Namun setelah melihat pada bagian dalam kondisnya berbanding terbalik. Rumah mewah itu nampak seperti sedang dalam proses dibangun karena tidak ada ubin maupun pintu dan teralis jendela.

Ubin pada lantai dasar dan lantai dua rumah mewah itu kondisinya terlihat parah setelah dipreteli para pelaku. Bekas pecahan keramik marmer berserakan di lantai.


Parahnya lagi, pegangan tangga loteng menuju ke lantai dua pun raib digondol para pelaku. Pada tangga melingkar itu hanya tersisa karpet yang mengalasi lantai tangga.


Menurut keterangan yang dirilis  oleh pihak kepolisian, beberapa material atau perlengkapan bangunan  dan furniture yang dipreteli dan digondol para pelaku antara lain sebagai berikut: keramik, kabel listrik, stop kontak, tralis jendela, Air Conditioner (AC), pompa air, toren air, shower box, wastafel, tangga putar besi, pegangan tangga, lukisan dan hiasan dinding, lampu kristal kecil, satu set sofa, kursi marmer, meja panjang, tempat tidur, meja rias, dan lemari pakaian.


Berdasarkan kronologi kejadian yang dirilis pihak kepolisian diketahui, bahwa seseorang yang berinisial 'A' yang disangka kuat sebagai otak dari kasus pembobolan dan pencurian rumah mewah tersebut.

"Awalnya, tersangka A yang tinggal di seputaran Kebon Jeruk atau Kedoya melihat rumah/tempat kejadian perkara(TKP), terpampang spanduk bertuliskan 'Rumah Dijual'," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo pada konferensi pers, pada Rabu (31/3/2021) kemarin.


Dari tulisan pada spanduk itu tersangka A kemudian memeriksa ke dalam rumah dengan cara memanjat dan ternyata dilihatnya kosong.

"Kemudian, dilakukan pengamatan oleh tersangka A pada rumah yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya, yang dimana rumah itu sudah dibagi waris," lanjut Ady.

Tersangka A memanfaatkan kondisi di sekitar rumah tersebut dan melanjutkan aksinya dengan melompati pagar.

"Dari kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku dengan cara melompat pagar, kemudian masuk ke pintu utama, disitu ia mencongkel pintu tersebut, dia berhasil masuk ke dalam dan menemukan kelompok kunci yang ada di rumah ini," sambung Ady.

Setelah berhasil melompat pagar rumah, tersangka A membobol rumah tersebut lalu mengganti gembok agar tidak ada kecurigaan warga sekitar.

"Kemudian tersangka A mengganti gembok yang ada di depan, yang mana itu diniatkan supaya tidak menimbulkan kecurigaan," ujarnya.

Setelah mengganti gembok, tersangka A menawarkan furnitur dan material bangunan yang ada di  rumah tersebut kepada seorang tersangka lain berinisial 'H'.

"Dari situlah yang bersangkutan menawarkan bongkaran rumah atau perlengkapan rumah yang ada dengan penyampaian 'kalau mau ambil kayu, furnitur, saniter bisa langsung ambil sendiri karena masih menempel di rumahnya'," kata Ady.

Setelah terjadinya penawaran, kemudian tersangka H memberikan obyekan dan order kepada seorang berinisial 'MD', yang merupakan pengumpul barang bekas.

"Kemudian tersangka H memberikan obyekan dan order ini kepada pengumpul barang bekas, yaitu saudara MD yang sudah kita periksa," jelas Ady.

Selanjutnya MD meminta beberapa tukang kuli bangunan untuk membongkar. Pembongkaran tersebut terjadi cukup lama, mulai dari tanggal 20 Februari sampai 20 Maret.

"Kegiatan itu berlangsung cukup lama pembongkaran ini, mulai dari 20 Februari sampai 20 Maret, jadi hampir waktunya 1 bulan," pungkasnya.

Baca juga:

Dari kejadian tersebut tersangka A mengaku baru sekali melakukan kejahatan tersebut, dan tersangka berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp19 juta dari hasil penjualan pencurian tersebut.

Di sisi lain korban (pemilik rumah,red) menyebutkan kerugian yang yang ditimbulkan dari aksi pembobolan dan pencurian tersebut mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Atas kasus pembobolan dan pencurian tersebut, Kapolres Metro Jakarta Barat mengimbau dan berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada tatkala meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

"Ini perlu saya sampaikan kepada rekan-rekan, kepada publik sekalian bahwa modus ini merupakan modus baru, modus yang cukup unik, sehingga kita berharap masyarakat bisa lebih waspada, apalagi meninggalkan rumah miliknya dalam keadaan kosong, agar bisa melakukan pengecekan secara rutin, sehingga tidak terjadi hal seperti ini,"  imbau Ady. (Bams/Red.)

Editor: Togab BB