Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Masyarakat Boleh Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei, Polisi: Setelah Itu Tidak Boleh



___________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA  Pemerintah sudah menetapkan larangan mudik untuk periode 6-17 Mei 2021. Kendati demikian, sebelum periode itu, mudik ternyata diizinkan, bahkan bakal diperlancar oleh polisi.

Hal itu diungkapkan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono saat meninjau skema penyekatan mudik Lebaran 2021 di Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (14/4/2021).

Istiino menyebut akan membantu memperlancar pemudik yang melakukan perjalanan sebelum tanggal 6 Mei 2021.

"Kalau ada yang mudik awal ya silahkan saja, kita perlancar," kata Istiono, seperti dilansir dari detik.com pada Kamis (15/4/2021).

Adapun warga yang melakukan mudik sebelum 6 Mei 2021, Istiono mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Namun setelah tanggal 6 Mei 2021, Istiono menambahkan, polisi secara tegas akan melarang masyarakat agar tidak mudik. Menurut dia, pelarangan mudik tersebut diberlakukan untuk memutus mata rantai Covid-19.

"Setelah tanggal 6 (Mei 2021, red), mudik enggak boleh. Kami sekat itu, yang berbahaya ini kan berkumpul bersama-sama, kerumunan bersama-sama. Ini akan meningkatkan penyebaran Covid-19, ini harus kita antisipasi," pungkasnya.

Baca juga:

Lebih lanjut Istiono menegaskan, apabila masih ada masyarakat yang nekat mudik, pihak Kepolisian bakal menindak dengan cara diputar balik.

"Operasi Ketupat 2021 ini nanti dilaksanakan tanggal 6-17 Mei selama 12 hari. Operasi ini (merupakan, red) operasi kemanusiaan. Tindakan kita ialah persuasif humanis, hanya memutarbalik arah," tandasnya.

Istiono juga mengungkapkan, pihak Kepolisian tengah mengecek titik-titik lokasi lain yang mungkin masih dapat menjadi celah bagi masyarakat melewati posko penyekatan, yang difokuskan pada titik penyekatan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Istiono menyebut Korlantas Polri telah menyiapkan 333 titik pos penyekatan yang tersebar di wilayah Lampung hingga Bali dalam rangka larangan mudik Lebaran 6-17 Mei 021.

Rinciannya, Polda Lampung 8 titik, Polda Banten 16 titik, Polda Metro Jaya 8 titik, Polda Jawa Barat 132 titik, Polda Jawa Tengah 149 titik, Polda DIY 10 titik, Polda Jawa Timur 7 titik, dan Polda Bali 3 titik.

Polda Metro Jaya menyiapkan 24 titik penyekatan

Di wilayah Jabodetabek, Polda Metro Jaya akan menyiapkan setidaknya 24 titik penyekatan. Lokasi penyekatan yang terdiri dari jalan tol, jalan tikus, sampai terminal bus antarkota.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, petugas yang berjaga di titik-titik itu akan melakukan pengecekan terhadap pengendara sepeda motor dan mobil yang ingin pulang kampung.

"Penyekatan bukan hanya pada mobil, juga pada pengendara roda dua. Banyak juga melakukan mudik menggunakan motor," kata Sambodo, Rabu (14/4/2021).

Adapun 24 lokasi penyekatan jalur mudik tersebut, 8 di antaranya merupakan titik pos pengamanan. Sementara 16 lainnya adalah jalur tikus yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah sekitarnya.

8 lokasi pos pengamanan yang akan dibuat oleh Polda Metro Jaya:

Jalan Tol:
1. Tol arah Cikampek
2. Tol arah Merak

Jalan Arteri Non-Tol:
1. Harapan Indah, Kota Bekasi
2. Jatiuwung, Kota Tangerang
3. Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi

Terminal Bus:
1. Pulogebang
2. Kampung Rambutan
3. Kalideres

16 Jalur Tikus yang Bakal Disekat:

Polres Kota Tangerang:
1. Lippo Karawaci
2. Batu Ceper
3. Jatiuwung
4. Ciledug
5. Kebon Nanas

Polres Tangerang Selatan
1. Puspiptek
2. Bitung

Polres Depok
1. Cibinong, Jati Jajar
2. Jalan Raya Ramby Kuning

Polres Bekasi Kota
1. Sumber Arta
2. Patung Garuda
3. Bentargebang

Polres Bekasi Kabupaten
1. Cibarusah
2. Kedung Waringin
3. Setu
4. Pebayuran

Untuk diketahui, penyekatan itu akan berlaku mulai tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2020. *
 
Editor: Togab BB