Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

CAPAIAN LUAR BIASA! Tutup Buku Tahun 2020 PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Peroleh Peningkatan Laba Bersih Sebesar 64%

Ridwan Goh, Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk.
(Istimewa/NPO)
________________________

NusantaraPostonline.com, MEDAN - Dalam situasi pandemi dan kondisi sulit seperti ini, tidak dipungkir bahwa banyak perusahaan atau perseroan yang membukukan penurunan omset dan laba yang drastis. 

Akan tetapi PT. Mark Dynamics Tbk (MARK), perusahaan cetakan sarung tangan kesehatan berbasis porselen yang berdomisili di Sumatera Utara ini malah kecipratan permintaan, sehingga sejak tahun 2020 lalu Perseroan ini menggenjot kapasitas produksinya untuk melayani permintaan dari para  pelangganya yang memberikan penawaran harga yang memukau. 

Peningkatan kapasitas produksi tersebut berkorelasi positif pada Laba bersih Perseroan ini.

Pada tahun buku 2020 yang lalu, Perseroan ini membukukan Laba Bersih sebesar Rp144,19 miliar. Laba tersebut meningkat sebesar 63,85 % jika dibandingkan laba tahun buku 2019 sebesar Rp88,00 miliar. 

Peningkatan Laba Bersih tersebut dicapai karena keberhasilan Perseroan ini dalam penetrasi pasar baru serta strategi produksi untuk mencapai efisiensi dan peningkatan kualitas produk. 

Pada sektor produksi, Perseroan ini mengalami peningkatan volume produksi sebesar 22%, dari 7,2 juta pieces menjadi 8,8 juta pieces di tahun 2020. 

Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh mengungkapkan, bahwa dengan adanya kenaikan permintaan cetakan sarung tangan otomatis meningkatkan volume produksi, sehingga mendorong kinerja perseroan lebih positif.  

Menurut Ridwan, salah satu faktor dari peningkatan produksi Perseroan yaitu semakin bertumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.
 
“Gaya hidup baru akan pentingnya kesehatan mendongkrak penjualan sarung tangan, sehingga cetakan sarung tangan menjadi peranan penting dalam produksi sarung tangan,' kata Ridwan, Sabtu (3/4/2021). 

Sebagai salah satu penguasa  pasar global untuk cetakan sarung tangan, sambung Ridwan, pada tahun 2020 yang lalu MARK telah memperoleh market shares sebesar 35% dengan kapasitas produksi sebanyak 800rb pieces/bulan, dan selama tahun 2020, MARK menjadi tujuan utama produsen sarung tangan dunia. Hal ini menjadi pendorong bagi meningkatnya average selling price (ASP) sekitar 15%. 

Lebih lanjut Ridwan menuturkan, bahwa permintaan cetakan sarung tangan global di tahun 2021 ini melonjak lebih dari 100%, dimana supply seluruh dunia hanya naik lebih kurang 30%. Kendati demikian,  MARK tetap terus berusaha memenuhi supply side. 

Di sisi lain, MARK bahkan telah  mengantongi kontrak penjualan sebesar sekitar US$ 70 juta untuk pengapalan pada tahun 2021 ini. 

Dalam sektor market, penjualan MARK selama ini berorientasi pada pasar ekspor, dengan komposisi sekitar 77% dan pada pasar domestik sekitar 33%. 

Penjualan ekspor dari MARK sendiri terus stabil, dengan komposisi ekspor 95% dan domestik sebesar 5%, mengingat negara yang menjadi tujuan ekspor utama MARK adalah negara jiran, Malaysia, yang merupakan produsen sarung tangan yang memiliki 65% pangsa pasar sarung tangan di dunia. 

Dengan perencanaan manajemen yang efektif dan layanan pasar berorientasi pelanggan, Ridwan optimis MARK mampu mempertahankan peningkatan pertumbuhan.

“Pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan akan tetap dijaga Perseroan," pungkas Ridwan. 

Baca juga:

Untuk diketahui, pada tahun 2020 yang lalu, Perseroan ini tercatat mampu meningkatkan pertumbuhan kinerja operasional seiring dengan peningkatan kinerja keuangan, sehingga Total Aset Perseroan meningkat 63,11%, dimana per 31 Desember Total Aset sebesar Rp719,72, dibandingkan per 31 Desember 2019  sebesar Rp441,25 miliar. 

Selain itu, pada Aset Lancar juga  terjadi peningkatan sebesar 61,96%, dengan nilai Rp356,87 miliar per 31 Desember 2020 dibandingkan dengan tahun 2019, yaitu sebesar Rp220,34 miliar. 

Peningkatan Aset Lancar tersebut juga diikuti dengan peningkatan pada Aset Tidak Lancar sebesar 64,24%, dengan nilai Rp362,84 miliar per 31 Desember 2020, dibandingkan dengan per 31 Desember 2019, yaitu sebesar Rp220,91 miliar. 

Tidak cukup sampai disitu, pada posisi Ekuitas juga turut mengalami peningkatan sebesar Rp409.47  miliar per 31 Desember 2020 dibandingkan dengan Rp299,02 miliar per 31 Desember 2019. 

Peningkatan pada posisi Ekuitas tersebut diketahui terjadi menyusul tercapainya peningkatan Saldo Laba Ditahan sebesar Rp315,5  miliar per 31 Desember 2020, dibandingkan dengan posisi Rp200,39 miliar per 31 Desember 2019. (Bams/Red.)

Editor: Togab BB