Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Meski Dalam Kondisi Tersegel, Aktivitas Pembangunan Enam Unit Gudang di Kalideres Terus Berjalan Tanpa Hambatan Hingga Rampung



________________________________________________________________
NusantaraPostOnline.Com, JAKARTA –- Kinerja pejabat sub penataan bangunan dan lingkungan pada Unit Kerja Sektor Dinas Citata (Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan) dan Petugas Satpol PP Kecamatan Kalideres kembali mendapat sorotan. 

Pasalnya, para petugas atau pejabat pada kedua instansi tersebut dinilai tak berdaya dan tak mampu melaksanakan fungsi dan kewenangannya dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2010 tentang Bangunan dan Gedung.

Hal itu diungkapkan oleh Patar Panjaitan, pemerhati tata ruang dan bangunan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Keadilan dan Negara (LSM-PKN) kepada NusantaraPostOnline.Com, Kamis (20/5/2021).

Menurut Panjaitan, petugas atau pejabat pada kedua instansi tersebut semestinya tidak menutup mata dan seharusnya tegas melarang para pemilik bangunan yang melanggar aturan dan perizinan, terlebih lagi bangunan yang dalam kondisi tersegel, untuk tidak melanjutkan aktivitas pembangunan.


Namun ia sangat menyesalkan dengan berdirinya enam unit bangunan gudang yang berlokasi di Jalan Tanjung Pura Raya, RT 07/RW 05, Nomor 3, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, tanpa ada hambatan atau tidak ada pengawasan dari kedua instansi terkait tersebut.

"Padahal enam unit bangunan gudang tersebut sebelumnya dalam kondisi tersegel karena diduga melanggar aturan dan perizinan, namun pemilik bangunan gudang tersebut dapat melanjutkan aktivitas pembangunan dengan mulus hingga seluruh unit gudang tersebut selesai dibangun," kata Panjaitan.

Dia menilai, segel pada bangunan gudang yang bermasalah tersebut sekedar kamuflase saja untuk mengalihkan perhatian masyarakat.

“Tidak sedikit di wilayah Jakarta Barat ini terdapat bangunan yang sudah disegel namun tetap dikerjakan oleh pemiliknya hingga selesai tanpa ada tindakan dari petugas instansi terkait yang berwenang, sehingga Segel itu terkesan hanya kamuflase saja untuk mengelabui publik,” ujarnya.

Lebih lanjut Panjaitan menilai pembiaran terhadap aktivitas bangunan enam unit gudang yang dalam kondisi tersegel tersebut diduga ada persekongkolan antara pemilik bangunan dengan oknum petugas dari instansi terkait.


 
“Berdirinya enam unit bangunan gudang yang sebelumnya dalam kondisi disegel tersebut telah menimbulkan kecurigaan bagi masyarakat, karena segel itu sifatnya untuk menghentikan segala aktivitas sampai pemilik bangunan memenuhi semua persyaratan perizinannya," paparnya.

Ia berharap Pejabat berwenang di jajaran Pemprov DKI Jakarta segera mengevaluasi kinerja Kepala Seksi Sektor Dinas Citata dan Kepala Satpol PP Kecamatan Kalideres.

“Sebab kalau dibiarkan hal itu dapat merugikan keuangan Negara, karena tidak ada retribusi yang masuk ke kas daerah (PAD, red)," tandasnya.

Baca juga:

Selain itu, sambung Panjaitan, enam unit bangunan gudang tersebut juga berpotensi merugikan masyarakat di sekitarnya karena rusaknya tata ruang dan hilangnya resapan air yang dapat menyebabkan terjadinya banjir.

"Apalagi di kawasan Jalan Tanjung pura itu rawan banjir,” pungkasnya. (Darmo Pj./MBR)

Editor: Togab BB