Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Modus Baru Kelabui Petugas, Tujuh Pemudik Naik Ambulans Diputarbalikkan


Modus Baru, Polisi Dapati Pemudik Naik Ambulans. (Dok. Humas Polri)

_____________________________________________________________________

NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -- Jelang Lebaran tahun 2021 ini, pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Dalam SE tersebut, pemerintah telah menetapkan, bahwa tanggal 6-17 Mei 2021 sebagai periode larangan mudik Lebaran.

Meski larangan mudik pada SE tersebut telah resmi diberlakukan sejak Kamis (6/5/2021) yang lalu, namun banyak orang yang menggunakan berbagai modus agar bisa tetap mudik ke kampung halaman.

Mengantisipasi hal tersebut pihak kepolisian berupaya semaksimal mungkin untuk terus mematangkan persiapan titik-titik penyekatan guna menutup celah dengan melakukan penjagaan ketat di berbagai check point baik pada jalan alternatif maupun jalan tikus.

Bagi warga atau pengendara yang tetap nekat mudik dengan tidak melengkapi persyaratan sesuai aturan maka kendaraan tersebut akan diputarbalikkan oleh  pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan petugas menemukan tujuh orang penumpang dalam mobil ambulans. Mereka beralasan kerabat dekatnya meninggal dunia sehingga mengharuskannya untuk melayat.

“Tadi di daerah Cikarang ditemukan satu buah mobil ambulans yang mencoba untuk mengelabui petugas melalui modus operandinya,” ungkap Yusri kepada wartawan.

Yusri mengatakan bahwa pemudik yang ada di dalam Ambulans itu beralasan ingin menjenguk kerabatnya yang sakit dan meninggal dunia di luar daerah.

“Satu ambulans ini isinya 6 orang, sama supir jadi 7 ya terdiri dari dua orang dewasa, dua orang ibu-ibu, dan dua anak-anak yang menyampaikan bahwa ada kerabatnya yang sakit dan meninggal dunia yang akan dijenguk ke luar daerah,” ujarnya.

Kendati memiliki alasan yang diperbolehkan untuk melakukan perjalanan non-mudik, pihak kepolisian tetap menahan dan meminta supir ambulans tersebut putar balik. 



Pasalnya, sambung Yusri, mereka tidak melengkapi persyaratan yang dibawa oleh para penumpang.

“Saat ditanyai persyaratannya termasuk dengan swab antigen ini, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkannya,” kata Yusri.

“Setelah dicek kembali memang ternyata itu merupakan modus operandi untuk bisa lolos mudik. Kendaraan diputarbalikan karena memang persyaratannya tidak sesuai dengan aturan yang masuk dalam pengecualian,” imbuhnya. (HumasPolri/NPO)

Editor: Togab BB
_____________________________________________________
Baca juga: