Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Pengerjaan 3 unit bangunan Gudang di Kelurahan Kamal diduga tanpa IMB, kinerja Unit Kerja Sektor Dinas Citata Kecamatan Kalideres disorot

 

 

__________________________________________________________________

NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -- Maraknya penyelenggaraan bangunan gedung yang menyalahi aturan perizinan atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di wilayah Kecamatan Kalideres menjadi perhatian dan sorotan publik. 

Pasalnya di beberapa titik lokasi di wilayah Kecamatan Kalideres banyak ditemukan penyelenggaraan bangunan yang terindikasi melanggar aturan, mulai dari tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang hingga kelebihan ketinggian bangunan, dan juga abai terhadap lingkungan yang bisa berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Salah satunya bangunan 3 unit Gudang yang berlokasi di kompleks Pergudangan Kebon Duaratus Blok D6, RT 05/RW 06, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Bangunan tersebut diduga tidak memiliki IMB.

Ironisnya pemilik bangunan tetap melanjutkan pembangunan 3 unit gudang miliknya tersebut tanpa ada teguran dari petugas instansi terkait, seolah-olah di wilayah Kecamatan Kalideres tidak memiliki Unit Kerja Sektor Dinas Citata (Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan) yang salah satu fungsinya menyelenggarakan urusan tata ruang dan bangunan gedung serta sub penataan bangunan dan lingkungannya, sebagaimana dimaksud Pasal 2 Pergub DKI Jakarta Nomor 279 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan.

Ketika awak media bermaksud ingin mengonfirmasi Mandor bangunan yang berada di lokasi proyek pengerjaan bangunan 3 unit gudang tersebut, petugas Satpam yang berjaga di gerbang masuk menyampaikan kepada awak media untuk terlebih dahulu menghubungi seseorang yang diduga seorang yang berprofesi sebagai pengacara. 

Arahan dari petugas Satpam yang bertugas di lokasi proyek pengerjaan bangunan 3 unit gudang tersebut jelas menunjukkan kejanggalan sekaligus memperkuat dugaan adanya pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan bangunan 3 unit gudang tersebut.

Menanggapi hal tersebut, P. Panjaitan yang merupakan seorang pemerhati tata ruang dari LSM PKN saat ditemui awak media mengungkapkan, bahwa hal seperti itu bukan merupakan masalah yang tabu.

“Sebenarnya hal seperti itu bukan masalah yang tabu lagi. Tapi kian hari kian memprihatinkan. Di mana para pelaku pembangunan seakan tak mengenal aturan karena para pejabatnya juga tidak berdaya untuk melakukan suatu tindakan,"  ujarnya, Sabtu (1/5/2021).

Menurut Panjaitan, ketidakberdayaan anak buah Anies Baswedan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana mestinya itu karena oknum pejabat di kalangan bawah memanfaatkan situasi untuk untuk mencari keuntungan dari para pelanggar Perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung.

Panjaitan menduga, ada kerjasama atau pemufakatan antara pemilik bangunan dengan oknum pejabat wilayah Kecamatan Kalideres, sehingga si pemilik bangunan leluasa untuk melakukan pelanggaran yang berdampak buruk pada penataan tata ruang dan lingkungannya serta menimbulkan kerugian terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Padahal Pemprov DKI Jakarta, sambung Panjaitan, tengah gencar mendorong semua sektor untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia berharap Anis Baswedan selaku pimpinan tertinggi di Pemprov DKI Jakarta sekaligus sebagai penanggungjawab menata wilayah DKI Jakarta mengevaluasi kinerja para bawahannya yang dinilai berkinerja buruk atau tidak menjalankan fungsi dan tugas sebagaimana mestinya.

Selain itu, Panjaitan juga mendorong aparat penegak hukum Inspektorat Kota Administrasi Jakarta Barat untuk melakukan penyelidikan terhadap para oknum pejabat Sektor Dinas Citata dan juga oknum pejabat Satpol PP Kecamatan Kalideres.

"Karena dua instansi tersebut diberikan amanah untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap para pelanggar pemanfaatan ruang dan penyelenggaraan bangunan gedung di wilayah Kecamatan Kalideres, namun tidak dijalankan dengan baik," tandasnya. (Darmo Pj)

Editor: Togab BB