Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Bukan Narasi Politik, Anies Baswedan Sebut Jakarta Berpotensi Hadapi Kesulitan Jika Warga Tidak Taati Prokes

Anies Baswedan menyebutkan ada kemungkinan Jakarta berpotensi hadapi kesulitan fasilitas kesehatan lantaran menghadapi lonjakan COVID-19. (Antara/Muhammad Adimaja)
_____________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes). Dikhawatirkan, Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Ibu Kota akan kewalahan jika jumlah pasien yang positif COVID-19 semalin meningkat secara drastis.

"Kita berpotensi menghadapi kesulitan, karena fasilitas kesehatan mungkin akan menghadapi jumlah tak terkendali apabila jumlah pasien yang  ditangani makin meningkat secara drastis," kata Anies dalam apel operasi yustisi di bilangan Jakarta Selatan, seperti dikutip Antara, Minggu (13/6/2021).

Anies mencatat dalam sepekan terakhir, kasus aktif di Jakarta melonjak sekitar 50 persen dalam sepekan terakhir dari 11.500 pada l 6 Juni 2021 menjadi 17.400 pada Jumat (11/6/2021) pekan lalu.

Ditambahkan Anies, pertambahan kasus baru dalam empat hari terakhir, setiap hari rata-rata  2.000 kasus.

Sedangkan untuk data tempat tidur perawatan COVID-19, Anies mengatakan terjadi kenaikan dari 45 persen pada 5 Juni 22021, menjadi 75 persen

Atas dasar itulah, Anies meminta masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari demi kesehatan dan keselamatan diri sendiri serta orang-orang terdekat.

"Kami minta pada semuanya untuk taati prokes, disiplin dan selalu tertib. Jakarta masuki fase amat genting," imbuhhnya.

Lebih lanjut Anies mengungkapkan, saat ini Jakarta berada dalam fase genting dan butuh perhatian lebih dari pihak yang terkait penanganan pandemi COVID-19.

Mantan menteri pendidikan itu mengatakan, jika kondisi saat ini tak terkendali, Jakarta akan masuk ke dalam fase genting, dan jika fase itu terjadi, maka DKI Jakarta harus ambil langkah drastis dalam pembatasan kegiatan.

"Seperti yang pernah dialami bulan September lalu dan Februari lalu. Dan kita inginkan peristiwa itu tak berulang," ujar Anies.

Agar tak berulang, sambung Anies, maka dua unsur yakni masyarakat, dengan Pemerintah dan penegak hukum, harus bekerjasama dalam penanggulangan COVID-19. []