Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Ditelepon Jokowi, Polri Gerak Cepat dan Tegaskan akan Tindak Premanisme di Seluruh Indonesia


Presiden Joko Widodo atau Jokowi (instagram/@jokowi)
______________________________________________________________
NusantaraPostOnlime.com, JAKARTA -- Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Kadiv Humas Polri), Irjen Argo Yuwono menegaskan, polisi akan menindak para preman di seluruh daerah Indonesia dengan melakukan operasi premanisme.

"Operasi premanisme akan dilakukan di seluruh daerah di Indonesia. Suratnya ke Kapolda-Kapolda segera dikirim," kata Argo, Jumat (11/6/2021).

Lebih lanjut Argo mengungkapkan, Polda Metro Jaya telah meringkus 49 orang. Kebanyakan dari mereka yang diringkus tersebut berkegiatan di Pelabuhan Tanjung Priok, yang diduga kerap melakukan pemerasan dan pungutan liar.

"Dari 49 ini ada juga yang terjadi di Polsek Cilincing, Polsek lain dan juga di pelabuhan," ungkapnya.

Argo juga menegaskan, operasi premanisme tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Operasi premanisme akan dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam momentum tertentu. Tentunya ini bagian dari tugas pokok Polri," tegasnya.

Sementara itu, Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat merimgkus sebanyak 22 preman di dua wilayah, yakni Cengkareng dan Kalideres.

Mereka yang diringkus adalah sosok yang kerap melakukan pungutan liar dan memeras sopir truk. Tak hanya itu, mereka juga kerap memalak para pengendara sepeda motor yang melintas.

"Kami mengamankan beberapa jumlah hasil uang pungutan liar, senjata tajam, dan kertas kupon yang digunakan untuk melakukan pungutan liar kepada sopir truk," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono dalam keterangannya, Sabtu (12/6/2021).

Joko mengatakan, 22 preman yang diringkus tersebut saat ini telah digelandang ke Polres Metro Jakarta Barat untuk diperiksa lebih lanjut.

Dia menambahkan, operasi premanisme itu dilakukan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diteruskan kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Joko mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian jika menemukan tindak premanisme di wilayah Jakarta Barat. Menurut dia, informasi apapun sangat membantu polisi dalam menciptakan situasi kondusif.

"Informasi sekecil apapun itu akan sangat membantu kami dalam menciptakan Jakarta Barat yang aman dan kondusif serta bersih dari aksi premanisme," kata Joko.

Seperti diketahui, kepolisian bergerak cepat menindak premanisme setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) datang ke Pelabuhan Tanjung Priok dan berdialog dengan pekerja khususnya kepada para sopir kontainer di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, pada Kamis (10/6/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengaku banyak mendengar keluhan dari para sopir di media sosial.

Jokowi sengaja menyempatkan diri bertemu para sopir kontainer untuk mendengar langsung keluhan yang mereka alami, terutama soal pungutan liar (pungli).

Pada kesempatan itu Jokowi mengungkapkan, seharusnya para sopir kontainer merasa nyaman saat bekerja, terutama di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19.

Mendengar cerita para sopir kontainer, Jokowi langsung memanggil ajudannya, Kolonel Pnb. Abdul Haris. Jokowi meminta ajudannya untuk menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui telepon.

"Pak Kapolri selamat pagi," sapa Presiden.

"Siap, selamat pagi Bapak Presiden," jawab Kapolri di ujung telepon.

"Enggak, ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Fortune, di NPCT 1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu," ucap Jokowi.

"Siap," jawab Kapolri.

"Yang kedua, juga kalau pas macet itu banyak driver yang dipalak preman-preman. Keluhan-keluhan ini tolong bisa diselesaikan. Itu saja Kapolri," tutur Jokowi. 

"Siap Bapak," jawab Kapolri.[]