Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Libatkan 473 Personel, Polda Banten Tangkap 154 Orang Diduga Preman



Ilustrasi preman yang diciduk polisi. (ANTARA/Arif Firmansyah/aww)
_____________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -- Kepolisian Daerah (Polda) Banten menangkap 154 orang diduga preman dalam operasi premanisme di enam wilayah. Operasi tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas premanisme yang meresahkan masyarakat.

"Kami segera melakukan pembersihan preman dan siapa pun yang mencoba-coba membuat resah di semua wilayah hukum Polda Banten," kata Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021).

Dalam giat operasi tersebut, rincian penangkaan antara lain 33 orang di Polres Serang Kota, 12 orang di Polres Cilegon, 24 orang di Polres Serang, 41 orang di Polresta Tangerang, 8 orang di Polres Pandeglang, serta 36 orang di Polres Lebak.

"Sehingga total semuanya ada 154 orang," kata Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Pol. Edy Sumardi.

Lebih lanjut Edy menjelaskan, pihaknya melakukan sejumlah tindak lanjut terhadap ratusan orang yang ditangkap tersebut. Mulai dari pendataan, pembinaan hingga proses hukum jika ditemukan pelanggaran pidana.

"Tindakan pembinaan yang diambil yaitu berupa pendataan serta menyerahkan kepada dinas sosial sedangkan hingga saat ini belum ditemukan adanya pelanggaran hukum pidana, sehingga belum ada tindakan hukum," jelas Edy.

Edy juga menuturkan terdapat 473 personel gabungan dari Polri, TNI serta Pemda yang dilibatkan dalam operasi premanisme ini.

"Kepada masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan aksi premanisme karena tidak ada ruang bagi premanisme di daerah hukum Polda Banten," tutur Edy.

Baca juga:

Sebelumnya, melalui sambungan telepon, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jendral pol. Listyo Sigit Prabowo untuk menindak preman yang kerap meminta sejumlah uang ke sopir kontaimer di Pelabuhan Tanjung Priok.

Listyo lalu menginstruksikan anak buahnya untuk menindak para preman yang meresahkan masyarakat tersebut.

Mantan Kabareskrim Polri itu menegaskan bakal menegur Kapolda dan Kapolres jika belum menggelar operasi premanisme di wilayah hukum masing-masing.

"Kalau belum action juga saya selaku Kapolri yang akan tegur, ini juga bagian dari program Harkamtibmas di program Presisi yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh anggota dan jajaran di lapangan," kata Listyo dalam keterangannya, pada Sabtu (12/6/201) pekan lalu.[]