Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Prihatin! 189 Nakes di Kudus Jateng Terpapar Virus Corona, RS Nyaris Penuh


Ilustrasi tenaga kesehatan penanganan COVID-19 yang tengah beristirahat. (ANTARA, Foto/FB Anggoro)

______________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -- Dalam beberapa bulan terakhir ini, sebanyak 189 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terpapar Virus Corona (COVID-19).

Sebagian besar di antaranya menjalani isolasi mandiri, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan dan pengobatan di rumah sakit.

Ironisnya, keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Kudus juga nyaris penuh.

Kondisi itu lantas menjadikan Kabupaten Kudus menjadi satu-satunya zona merah di Pulau Jawa pada sepekan terakhir.

"Ada 189 nakes di Kudus yang terkonfirmasi positif COVID-19 saat ini. 32 dirawat, 157 isolasi mandiri," kata Andini Aridewi, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus, sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (2/6/2021).

Andini mengungkapkan nakes yang terpapar COVID-19 tersebut ada yang berasal dari 14 puskesmas dan tiga dari rumah sakit.

Lebih lanjut Andini menyebutkan Direktur RSUD Kudus, Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus, bahkan dirinya saat ini juga dilaporkan terpapar COVID-19.

Adapun untuk meminimalisir sebaran kasus virus corona di Kudus, Andini menyebut saat ini fokus pemerintah daerah adalah mengetatkan aturan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Baca juga: 

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Bupati Kudus berupaya dalam rangka penambahan tempat tidur baik ICU maupun isolasi di rumah sakit. Pasalnya, Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Kudus sudah sangat tinggi, mendekati 100 persen.

"Saya sudah komunikasi dengan Bupati dan Kadinkesnya. Yang jelas persoalan yang harus diselesaikan di sana itu menambah tempat tidur. Itu sebenarnya ndak sulit, tinggal butuh mau saja. Tapi kalau nanti sulit betul, kami akan turunkan rumah sakit darurat," kata Ganjar usai mengikuti rapat dengan Kemenkes secara daring, Rabu (2/6/2021). 

Terkait rumah sakit darurat itu, lanjut Ganjar, saat ini sedang dilakukan assesmen.

Menurut Ganjar, keputusan apakah akan membuat rumah sakit darurat atau tidak, tergantung hasil assesmen itu.

"Kalau harus membuat rumah sakit darurat, kita sudah siap. TNI/Polri sudah siap. SDM kita dorong, perawatnya dari PPNI dan dari kita sudah kita dorong, termasuk dokter dari Provinsi maupun IDI sudah disiapkan," tegasnya.(CNNIndonesia/NPO)

Editor: Togab Bb