Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

SALUT! Demi Keselamatan Nyawa Para Pekerja, Anies Tak Gentar Hadapi Para Pemilik Peusahaan yang Tak Patuhi PPKM Darurat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel salah satu Kantor yang melanggar aturan PPKM Darurat (Foto: Twitter/@aniesbaswedan)
________________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -- Beberapa hari belakangan ini, media nasional dipenuhi berita tentang "teguran" Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada sejumlah korporasi yang ada di Jakarta.

Bukan kepada pegawai Pemprov DKI atau karyawan perusahaan, bukan juga kepada orang kecil yang hidupnya susah. Tetapi kali ini, Anies menegur karas para petinggi perusahaan yang memaksa anak buah atau karyawannya masuk kerja dengan mengambil risiko terinfeksi Covid-19. Bahkan ada karyawan wanita yang sedang hamil ikut ambil risiko itu.

"Saya tadi mendatangi bersama Kepolisian, Tim Dinas Tenaga Kerja, kantor-kantor di gedung pencakar langit Jakarta. Di lantai 43 semuanya adalah orang-orang yang sangat terdidik dan kantornya bukan termaduk kantor yang essensial, bukan termasuk kritikal, tetapi semua tetap bekerja. Bukan saja melanggar peraturan tapi tidak memikirkan keselamatan. Ada ibu hamil tetap bekerja. Saya sampai tegur tadi Manager Human Resourcenya (HRD)," tutur Anies dalam tayangan video yang diunggah di laman twitter pribadinya @aniesbaswedan, Selasa (6/7/2021).

Banyak perusahaan yang non-esensial dan non-kritikal tetap mewajibkan karyawannya masuk. Jelas, ini melanggar PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat. 

Tidak saja memulangkan para karyawan, Anies juga memajang foto pemilik perusahaan yang melanggar dan memprosesnya secara pidana.

Selama ini, banyak pemilik perusahaan  yang merasa aman ketika melanggar aturan. Dengan uang, seolah semua bisa dinegosiasikan.

Kali ini, situasi berbalik. Di tangan Anies, aturan tidak hanya berlaku bagi "orang kecil", tapi juga untuk "orang-orang besar" yang seringkali dapat akses untuk membeli aturan.

"Kantor-kantor yang melanggar (PPKM darurat) langsung kami segel, tutup, semua karyawannya dipulangkan untuk bekerja dari rumah dan pemilik/manajer perusahan (yang melanggar) diproses hukum oleh lepolisian," tulis Anies di laman twitternya, Selasa (6/7/2021).

Untuk menimbulkan efek jerah, Anies sengaja memasang foto Johan Boyke Nurtanio selaku Country Director of Ray White Indonesia yang melanggar aturan PPKM darurat, di akun instagram pribadinya @aniesbaswedan.

"Orang-orang seperti bapak ini egois dan tidak bertanggung jawab," sambung Anies.

Sikap tegas Anies tersebut banjir dukungan dan apresiasi dari warganet.

"Lanjut Nis...," komentar seorang warganet.

"Cakep, sekarang pemimpin harus turun tangan mendisplinkan masyarakat agar jerah," tulis pemilik akun @inijonas.

"Langkah tegas (Anies, red) patut diapresiasi," tulis warganet lainnya, pemilik akun @BambangaAri1980.

Banyak warganet yang senang melihat ketegasan dan keadilan yang dipertontonkan Anies di depan para pemilik/manajer perusahaan itu.

Kendati demikian, Anies menjelaskan bahwa sanksi yang diberikan kepada para pelanggar PPKM darurrat bukan bermaksud untuk memuaskan hati.

"Tapi sanksi (bertujuan) untuk menegakkan aturan", tegas Anies.

"Mau siapa kamu, sebanyak apa pun kekayaan dan perusahaanmu atau sebesar apa pun kekuatan di belakangmu, melanggar tetaplah melanggar, dan harus ditindak sebagaimana mestinya. Hukum harus tegak dan berlaku untuk semua pihak. Kaya miskin, orang kecil maupun orang besar, semuanya sama!" Begitu kira-kira kalau diterjemahkan sikap tegas Anies belakangan ini.

Anies memang beda. Soal ketegasan, tidak perlu marah-marah apalagi dengan intonasi suara yang tinggi, juga tidak perlu gebrak meja. Jika beberapa pemimpin suka marahi anak buah dan rakyatnya di depan umum dengan suara keras dan gebrak meja, Anies justru marah kepada pemilik perusahaan besar yang jelas-jelas melanggar aturan dan membahayakan nyawa anak buahnya.

Dengan intonasi suara yang humanis namun tegas menunjukkan bahwa Anies sedang serius marahnya. No teriak, No maki-maki, No gebrak meja. Intinya, marahnya Anies benar-benar keren.. Salut! []