Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Tak Sanggup Bayar Denda, Pria Pelanggar Prokes Covid-19 Ini Pilih Dipenjara

 

 


Hendrik, pelanggar Prokes Covid-19 memilih dipenjara dari pada bayar denda Rp100 ribu.(tvOne/Kusnadi)
_____________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -- Seorang pria pelanggar protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang terjaring operasi yustisi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Tangerang, Banten, memilih dihukum penjara selama dua hari, karena tidak mampu membayar denda sebesar Rp100 ribu.

Pria yang diketahui bernama Hendrik tersebut terjaring razia pada Selasa (13/7/2021) siang, lantaran tidak menggunakan masker dengan benar. Ketika berkendara melintas di Jalan Hasyim Asyari, Ciledug, Kota Tangerang, ia mengenakan masker didagu.

Awalnya, Hendrik yang merupakan warga DKI Jakarta itu berkelit di hadapan petugas Satpol PP karena tidak merasa melanggar prokes. Ia berdalih mengenakan masker di dagu karena sedang merokok sambil berkendara.

Hendrik menyangkal dan tetap ngotot tidak melanggar prokes hingga terlibat adu mulut dengan petugas. Ia juga enggan menyerahkan kartu identitas pribadi (KTP) kepada petugas untuk dilakukan pendataan telah melakukan pelanggaran prokes.

Petugas pun akhirnya menggiring Hendrik menuju tempat sidang tindak pidana ringan di kawasan pusat perbelanjaan Borobudur.

Di depan hakim, Hendrik tetap pada pendiriannya dan menyatakan bahwa ia tidak bersalah dan meminta hakim menunjukkan pasal yang telah dilanggarnya.

Setelah melakukan pemeriksaan, akhirnya hakim menghukum Hendrik dengan hukuman denda Rp100 ribu subsider dua hari penjara. Atas putusan hakim terdebut Hendrik memilih dipenjara karena tidak punya uang untuk bayar denda. 

"Kalau saya didenda saya enggak punya apa-apa. Kalau emang prosedurnya harus dipenjara ya udah dipenjara tapi saya perlu konfirmasi istri, anak dan keluarga saya," kata Hendrik usai menerima putusan hakim, seperti dilansir dari VIVA.co.id, Rabu (14/7/2021).

Kendati demikian, saat Hendrik hendak dieksekusi di hadapan jaksa dari Kejari Kota Tangerang, tiba-tiba ada seorang jaksa yang membayarkan denda Rp100 ribu. Hendrik akhirnya batal menjalani hukuman penjara dua hari.

"Mohon pakai maskernyanya dengan benar. Enggak ada duit kan? Ya sudah saya bayari. Taati aturan," kata salah seorang jaksa.

Hendrik pun sontak mengucapkan terima kasih kepada jaksa yang bermurah hayi itu dan berjanji tak mengulangi perbuatannya.[]