Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Merasa Dihalangi Saat Jalankan Pekerjaan Jurnalis, Dua Wartawan Media Online Akan Laporkan Pemilik Bangunan Rumah Tinggal di Komplek Puri Gardena Kalideres Jakbar

 

 

_____________________________________________________________
NusantaraPostOnline.Com, JALARTA -- Sungguh naas nasib dua orang wartawan media online masing-masing dari Koran Metro dan Tikampost.com. Pasalnya, saat menjalankan tugasnya sebagai jurnalis di daerah komplek perumahan Puri Gardena,  Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, pada hari Minggu (15/8/2021) sore lalu, dua wartawan tersebut mendapat intimidasi dari pemilik bangunan yang terindikasi melanggar peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung.

Peristiwa naas itu berawal dari hari sebelumnya, tatkala dua orang awak media online bermaksud mengonfirmasi pemilik bamgunan rumah tinggal yang berlokasi di Komplek Perumahan Puri Gardena, Kalideres. Jakarta Barat, Pemilik bangunan itu langsung menghardik dan membentak keduanya, dengan mengatakan “banyak bangunan di wilayah DKI Jakarta yang melanggar, kenapa harus bangunan saya di sorotin!”

Ironisnya lagi, oknum pengurus RT setempat yang ada di lokasi bangunan itu juga ikut membentak dan memarahi kedua wartawan tersebut.

Merasa terintimidasi dan dihalang-halamgi saat menjalakan pekerjaan jurnalis, kedua awak media online itu langsung meninggalkan lokasi bangunan rumah tersebut.

Seperti diketahui, dalam undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers  pada Pasal 18 ayat (1)  dengan tegas menyatakan “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)”.

Berdasarkan ketentuan pasal 18 ayat (1) UU Pers tersebut, kedua awak media online itu mengungkapkan akan menempuh jalur hukum.

"Kami akan mengambil langkah hukum, agar hal serupa tidak dialami oleh rekan-rekan jurnalis lainnya sekaligus memberikan efek jerah kepada pemilik bangunan yang melanggar izin dan aturan yang berlaku.,"  ujar salah seorang awak media online yang enggan disebutkan namanya itu. (MBR)