Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Agar Tepat Sasaran, Ahok Dorong Penerintah Ubah Skema Subsidi BBM Dari Berbasis Komoditas Bergeser ke Rakyat



Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Eksklusif di CNBC Indonesia/Arie Pratama)
_________________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -- Subsidi energi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat sampai saat ini masih berbasis pada komoditas dan bersifat terbuka, baik untuk tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Subsidi bersifat terbuka ini dinilai tidak tepat sasaran karena siapapun bisa mengaksesnya, termasuk juga orang kaya.

Melihat kondisi tersebut, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendorong agar pemerintah memberikan subsidi BBM secara tertutup atau mengubah skema pemberian subsidi dari semula berbasis pada komoditas menjadi pada orang.

"Intinya, subsidi sebaiknya langsung ke rakyat, bukan di barang (komoditas,red)," ujar Ahok, seperti dikutip CNBCIndonesia.com, pada Senin (27/9/2021).

Ahok pun mendukung rencana penghapusan BBM jenis bensin dengan nilai oktan (RON) 88 atau Premium.

Mantan Gunernur DKI Jakarta itu mengusulkan, subsidi berbasis pada komoditas, subsidi BBM Public Service Obligation (PSO) digeser ke Pertalite. Selain karena lebih ramah lingkungan dengan nilai oktan lebih tinggi yakni RON 90, menurutnya saat ini penjualan BBM juga didominasi oleh Pertalite, yakni mencapai 80% dari total penjualan BBM Pertamina.

"Jika subsidi bisa langsung ke rakyat, mungkin ke depannya tinggal Pertamax dan Pertamax Turbo," pungkas Ahok.

Lebih lanjut Ahok mengungkapkan, jika BBM yang dijual Pertamax dan Pertamax Turbo tentunya akan berdampak baik pada lingkungan.

"Agar tidak terjadi pencemaran lingkungan BBM oktan rendah," ungkapnya.

Untuk diketahui, Pemerintah berencana menganggarkan subsidi energi sebesar Rp134,03 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022, naik 4,3% dibandingkan outlook subsidi energi pada 2021 sebesar Rp128,47 triliun.

Berdasarkan Buku Nota Keuangan RAPBN 2022, subsidi energi pada RAPBN 2022 tersebut direncanakan terdiri dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tabung 3 kg sebjumlah Rp77,55 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp56,48 triliun.*[Red]

Sumber: CNBCIndonesia.com
Editor: Togab BB