Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Gawat! Rokok Ilegal Tanpa Pita Cukai Kian Marak Beredar di Tangerang, Ini Modusnya ...




_____________________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, TANGERANG -- Penyitaan belasan ribu bungkus rokok ilegal yang belum lama ini dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Tangerang tak membuat jerah para pelaku untuk terus mengedarkan rokok ilegal di wilayah Tangerang.

Hal ini membuat warga masyarakat Tangerang dan sekitarnya menjadi resah.

Tak ayal, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Banten diharapkan segera turun tangan untuk memberantas maraknya peredaran rokok ilegal dari berbagai merek yang diperjual-belikan di warung-warung kelontong secara terbuka.

Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun, rokok dari berbagai merek tanpa pita cukai dijual bebas di warung-warung kelontong pinggir jalan. Bahkan ada yang dijual di mini market.

Menurut pengakuan dari pemilik warung di salah satu pinggiran jalan, rokok tanpa pita cukai sangat laris dijual dan banyak peminatnya.

"Karena harganya murah," ujar pemilik warung pinggir jalan yang tidak disebutkan namanya itu.

Lebih lanjut pemilik warug itu mengungkapkan, rokok tanpa pita cukai yang dijualnya tersebut berasal dari seorang sales rokok dengan cara titip laku bayar.

Selain tanpa pita cukai, juga terdapat kemasan rokok yang dilengkapi pita cukai, namun jika dicermatì pita cukai yang menempel pada bungkus rokok tersebut diduga kuat menggunakan pita cukai rokok bekas yang digunakan berulang-ulang. Pasalnya, pita cukai pada kemasan rokok tersebut terlihat jelas telah ditempel ulang.

Adapun merk rokok yang diduga ilegal dan kemasannya tanpa pita cukai, antara lain: MAHKOTA, PIN, 44, DJARAN MESEM dan GUCCI.


Dikuatirkan, apabila peredaran rokok ilegal ini tidak segera diberantas dan para pengedarnya tidak ditindak secara hukum tentu potensi kerugian negara dari cukai rokok akan semakin besar. Selain itu, peredaran dan penjualan rokok ilegal akan semakin marak dan meluas.

Terkait permasalahan tersebut, Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Bea dan Cukai Tangerang, melalui Fahmi selaku Penyidik mengungkapkan, pihaknya akan menindak para pelaku pengedar rokok ilegal tersebut.

Kendati demikian, perlu dilakukan pengujian laboratorium terlebih dahulu terhadap pita cukai yang menempel pada kemasan rokok yang diduga ilegal tersebut.

"Untuk memastikan keasliannya harus dibuktikan uji laboratorim terlebih dahulu," kata Fahmi kepada awak media, Kamis (23/9/2021).

Selain itu, Fahmi juga meminta peran masyarakat untuk segera melaporkan baik sacara langsung maupun lewat kontak pengaduan apabila melihat rokok yang diperjualbelikan pita cukai pada kemasan rokok tersebut terindikasi palsu.

Sebelumnya, Kepala Bea Cukai Tangerang Guntur Cahyo Purnomo mengungkapkan, pihaknya telah memusnahkan belasan ribu rokok ilegal hasil penyitaan.

"Jadi ini salah satu kegiatan pemusnahan dari penyidikan tindak pidana dari penangkapan rokok ilegal. Yang dimusnahkan hari ini tidak dilengkapi cukai," ujarnya, seperti dikutip POSKOTA.CO.ID, Selasa (7/9/2021) silam.

Menurut Guntur, Kota Tangerang merupakan wilayah sentra peredaran rokok ilegal dari daerah Jawa. Peredaran itu pun disita melalui jalur darat seperti angkutan umum dan jasa pengiriman.

"Di Kota Tangerang itu pasar strategis peredaran rokok ilegal. Paling banyak didatangi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kalau peredaran ini bisa dari pos, bisa juga dari angkutan umum," paparnya.*[Rolis]

Editor: Togab BB