Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Model Ujian Praktik Dinilai Tak Masuk Akal, Pegiat Anti Korupsi: Juara Formula 1 Pun Sulit Mendapatkan SIM A




__________________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -- Pegiat antikorupsi yang juga mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengirim surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, perihal permintaan pembenahan Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) dan Satpas (Satuan Penyelenggara Administrasi) SIM.

Surat terbuka tersebut ia unggah melalui akun Twitter niliknya @emerson_yuntho, Kamis (16/9/2021).

Emerson menyoroti tes tertulis yang tidak transparan dan ujian praktik yang dinilai tidak masuk akal. Selain itu, dia juga menyoroti praktik pungutan liar (pungli) dan calo di lingkungan Samsat serta Satpas SIM.

Menurut Emerson, praktik pungli dan calo serta proses yang rumit untuk memperoleh surat izin mengemudi (SIM) di kantor Satpas akan membuat pembalap terkenal Formula 1 Lewis Hamilton kesulitan atau gagal mendapatkan SIM A jika mengikuti proses yang diterapkan di kantor Satpas SIM.

"Dengan model ujian praktik seperti ini, publik percaya Lewis Hamilton akan gagal mendapatkan SIM A dan Valentino Rossi juga tidak mungkin memperoleh SIM C di Indonesia," tulis Emerson dalam surat terbuka yang diunggah akun Twitter @emerson_yuntho, dikutip NusantaraPostOnline.Com, pada Minggu (19/9/2021).

"Akibat sulitnya prosedur mendapatkan SIM, survei sederhana menunjukkan bahwa 3 dari 4 warga Indonesia (75 persen)--baik sengaja atau terpaksa--memperoleh SIM dengan cara yang tidak wajar (membayar lebih dari seharusnya, menyiapkan petugas, tidak mengikuti prosedur secara benar," terang Emerson.

Emerson mengungkapkan, sebelumnya penyelesaian keluhan terhadap pelayanan publik ini hanya parsial  dan bersifat musiman.

"Mengapa masalah "kecil" ini harus meminta bantuan @jokowi sih bang? Masalah kecil ini ga pernah selesai2 sejak 20 th lalu hgga kini. Sebelumnya penyelesaian keluhan hanya parsial dan musiman. Tdk lama muncul lg. Ini menyangkut pelayanan publik dan banyak orang," ungkapnya.

Karena itu, Emerson berharap melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden RI dengan tembusan Menkopolhukam dan Kapolri itu praktik-praktik kotor di Samsat dan Satpas SIM segera dihentikan dan diperbaiki.

"Dari surat ini sebenarnya muncul harapan, sudahlah stop praktik2 kotor di layanan publik - samsat dan satpas - saatnya kita perbaiki ke depan," harapnya.

"Kita juga mau melawan mitos, bahwa pungli n calo di samsat n satpas ini mustahil dibenahi karena sudah turun menurun dan mendarah daging," imbuhnya.

Unggahan surat terbuka Emerson tersebut mengundang komentar warganet. Kendati beragam komentar, namun sebagian besar netter sependapat dan mendukung Emerson. Berikut komentar dari beberapa Netizen.

"Sabar bang, terus berusaha agar praktik percaloan hilang di negeri ini,
SEMANGAT!" celetuk pemilik akun @Red***

"Betul 100% ujian prakteknya super sulit jarang ada yang lulus, sebaliknya yg rombongan lewat calo bebas ujiaan praktek," komen pemilik akun @wim***

"Uang yg dihasilkan bnyk Om. Dinikmati bnyk pihak jg. Susah menangkap basah dan membuktikannya. Msh bnyk yg bermental mumpung punya kekuasaan digunakan unt mengumpulkan kekayaan. Semoga suatu hari Indonesia bersih dr calo dan pungli. mohon maaf kami cm bisa bantu do'a," koment pemilik akun @Hutam***

"Ujian praktek motor untuk sim C terlalu berlebihan jalur zigzag tidak boleh turun kaki seperti lagi main sirkus padahal kalo di setiap berkendara dijalan umumnya kan mmg harus turun kaki bila ketemu jalan zigzag bgitu," komen pemilik akun @sudir***

Selain itu, ada juga warganet yang membagikan pengalaman berhasil mendapatkan SIM menggunakan cara normal dan jalur murni, meskipun harus mengulang tes yang menyita waktu.

"Sy alhamdulillah sim C murni tes mas tanpa calo. Sepertinya nggak semua begitu walau dgn prosentase kecil," tulis pemilik akun @hars*** 

Editor: Togab BB
_______________________________________

Baca juga: