Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 4 Oktober 2021, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal

 

Namun, pemerintah akan tetap melakukan evaluasi PPKM setiap minggunya.

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan/tangkapan layar YouTube Sekretariat Negara.

_____________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -- Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali kembali diperpanjang selama dua pekan hingga 4 Oktober 2021 mendatang.

Kebijakan tersebut diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan pada Senin (20/9/2021).

"Dengan melihat perkembangan yang ada, perubahan PPKM level diberlakukan selama dua minggu untuk Jawa-Bali," kata Luhut dalam konferensi Pers melalui yang ditayangkansecara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

"Namun, evaluasi dilakukan setiap minggunya untuk mengantisipasi perubahan yang begitu cepat," imbuhnya.

Selain itu, Luhut mengungkapkan, bahwa saat ini di wilayah Jawa dan Bali sudah tidak ada daerah level 4.

"Saat ini tidak ada lagi kabupaten/ kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali, semua di level 3 dan 2." ungkap Luhut.

Meski diperpanjang, pada periode PPKM ini dilakukan perubahan aturan pada sejumlah sektor dengan sejumlah penyesuaian, namun penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan penggunaan PeduliLindungi terus berjalan.

"Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan mal bagi anak-anak di bawah usia kurang dari 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua," ujarnya.

"Restoran dan fasilitas olahraga yang sifatnya outdoor dapat beroperasi dengan kapasitas 50 persen," sambung Luhut.

Lebih lanjut Luhut menuturkan,  kasus Covid-19 di sejumlah negara meningkat dengan cepat. Selain itu, gelombang kasus infeksi Covid-19 berpotensi terjadi kembali bila PPKM dihentikan atau ditiadakan.

"Jadi, PPKM ini adalah alat kita untuk memonitor. Kalau dilepas, tidak dikendalikan, terus bisa ada gelombang (penularan Covid-19,red) berikutnya," tuturnya.

Sehingga Presiden Joko Widodo (Jokowi), sambung Luhut, tak ingin peningkatan kasus juga terjadi di Indonesia.

"Presiden mengingatkan kita semua agar waspada dan hati-hati," kata Menko Marves Luhut yang juga Koordunator PPKM Jawa-Bali.(Red)

Editor: Togab BB