Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Meski Telah Disorot Masyarakat, Pembangunan Turap Saluran Air Kelurahan Kedaung Wetan Tangerang yang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Tetap Berjalan Mulus!



______________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, TANGERANG -- Proyek Peningkatan Pembangunan Tanggul Sungai atau Pembagunan Turap Saluran Air di Kelurahan Kedaung Wetan, Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, yang diduga dikerjakan asal jadi hingga kini belum mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah daerah (Pemda) setempat khususnya dari instansi Dinas PUPR Kota Tangerang.

Padahal proyek pembamgunan turap saluran air yang dkerjakan oleh CV. Bintang Taput itu telah disorot masyarakat.

Pasalnya, proyek senilai Rp648.682.000,-
yang pendanaannya bersumber dari APBD Kota Tangerang itu terlihat dikerjakan asal jadi dan terkesan terburu-buru, sehingga diduga pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi teknis yang sudah ditentukan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Seperti pantauan awak media di lokasi proyek, saat kegiatan pembangunan turap saluran air (drainase) tersebut berlangsung terlihat galian pondasi awal sebagai penguat dasar bangunan sangat dangkal dan langsung dilakukan pemasangan batu belah. Secara teknis, seharusnya pada pondasi tiang besi terlebih dahulu dicor beton, namun tidak dilakukan.

Hal in tentunya bisa menurunkan mutu atau kualitas dari bangunan turap sepanjang saluran air pada drainase tersebut.

Sehingga dikhawatirkan proyek yang terkesan dikerjakan terburu-buru dan asal jadi itu hasil akhirnya tidak akan maksimal, bahkan diperkirakan tak lama usai serah terima hasil pekerjaan, bangunan turap itu langsung rusak dan ambruk.

Alhasil, proyek pembangunan turap yang sedianya bertujuan untuk meningkatkan fungsi drainase justru menghambat saluran air dan mengganggu fungsi drainase di wilayah kelurahan tersebut.

Selain itu, ratusan juta rupiah yang digelontorkan oleh Pemda Kota Tangerang untuk pembangunan turap tersebut memjadi mubazir lantaran kualitas hasil pengerjaan proyek itu nantinya diprediksi sangat rendah, dan tentunya menjadi tidak bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sepanjang saluran air tersebut.

Menanggapi kondisi pekerjaan proyek pembangunan turap di Kelurahan Kedaung Wetan tersebut, Sekretaris DPD LSM GEMPITA Tangerang Raya, Rodi Sitio pun angkat bicara.

Ia sangat prihatin dengan eksisting dari pekerjaan proyek yang menelan biaya ratusan juta rupiah tersebut.

Menurut Rodi, dengan anggaran proyek sebesar itu semestinya instansi terkait mengawasi secara intens dan ketat terhadap pelaksanaan proyek turap saluran air tersebut, terlebih lagi Kejaksaan Negeri Kota Tangerang sudah melakukan Pendampingan Hukum terhadap kegiatan PUPR Kota Tangerang 2021 dalam kapasitasnya Jaksa sebagai Pengacara Negara.

"Karena itu diharapkan tidak ada lagi proyek yang dikerjakan terkesan asal-asalan, apalagi sampai terjadi pencurian volume," pinta Rodi.

Seperti diketahui, sebelumnya Guntur, Pemerhati penggunaan anggaran negara yang juga anggota dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Garuda Nasional pada Selasa (12/10/2021) silam mengungkpkan, bahwa  dia meminta kepada pihak pemerintah daerah setempat khususnya Penjabat pada instansi PUPR Kota Tangerang, agar memantau langsung hasil pengerjaan Proyek Pembangunan Turap di Kelurahan Kedaung Wetan tersebut, dan selanjutnya dapat meminta pertanggungjawaban dari pihak Kontraktor bilamana terbukti pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan dalam RAB.

Berita Terkait:
Pengerjaan Proyek Pembangunan Turap Kelurahan Kedaung Wetan Kota Tangerang Disinyalir 'Asal Jadi'

Sementara saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon (Hp) pada Senin (19/10/2021) lalu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Mahfudin mengatakan bahwa terkait pelaksanaan proyek pembangunan turap saluran air yang dikerjakan oleh pihak CV Bintang Taput tersebut tidak ada masalah.*[Rolis]

Editor: Togab BB