Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Tegas! Kepsek SMP Negeri 20 Kota Tangerang Bantah Tidak Perjual Belikan Seragam

 

 

__________________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, TANGERANG -- Pihak sekolah SMP Negeri 20 Kota Tangerang menanggapi informasi yang beredar terkait adanya orangtua siswa yang terbebani atau keberatan mengenai seragam sekolah.

H. Abdul Karim, selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 20 Kota Tangerang menyatakan pihaknya tidak pernah memperjual belikan seragam.

"Hanya saja pada saat pertemuan dengan orangtua siswa melalui zoom meeting karena akan dimulainya pertemuan tatap muka terbatas (PTMT), saya menyampaikan kepada para orangtua siswa bahwasanya sekolah mempunyai seragam yang khas," kata Abdul Karrim kepada wartwan di ruang kerjanya, Kamis (21/10/2021).

Lebih lanjut Karim mengungkapkan, bahwa selama ini pihak sekolah membantu orang tua murid bagi yang kurang mampu, yakni memberikan dispensasi dan kelonggaran dengan membayar secara mencicil.

"Bahkan sampai kami tidak menentukan waktunya sampai selesai pembayaran," tandasnya.

Terkait adanya seragam sekolah khas SMP Negeri 20, sambung Karim, Komite Sekolah dan para orangtua mengusulkan kepada pihak sekolah agar diadakan melalui Koperasi Sekolah.

Usulan itu disampaikan dengan alasan jika dibeli masing-masing dikhawatirkan warna dan ukuran pakaian murid tidak pas atau tidak sesuai.

"Karena itu seragam khas SMP Negeri 20 diadakan melalui Koperasi Sekolah," imbuhnya.

Karim menjelaskan, meskipun seragam sudah disepakati untuk diadakan melalui Koperasi, namun pengadaan seragam sekolah khas SMP Negeri 20 melalui Koperasi itu bukan merupakan hal yang wajib.

"Saya menekankan, bahwasanya hal ini tidak merupakan hal yang wajib, bagi orangtua yang mau dan berkenan, silahkan dipesan, bagi orangtua yang mau beli dan bikin sendiri ya silakan, dan pembicaraan dalam zoom meeting tersebut masih terekam," terang Karim.

Hal itu disampaikan dan dijelaskan oleh Karim menyusul adanya pemberitaan yang menyudutkan pihak sekolah, dengan menyebut bahwa SMP Negeri 20 Kota Tangerang memperjual belikan seragam.

"Kami sangat menyayangkan berita dan informasi yang menyebutkan bahwasanya Sekolah memperjual belikan seragam dan menyebutkan orangtua keberatan terkait dengan seragam khas SMP Negeri 20. Dan perlu digarisbawahi, bahwa seragam khas yang dimaksud bukanlah seragam putih biru yang dipakai anak SMP pada umumnya. (Karena itu,red) jelas berita dan informasi tersebut sangat merugikan dan mencemarkan nama baik sekolah kami," tutur Karim.


Sementara itu di tempat terpisah, RS (48) selaku orangtua siswa SMP Negeri 20 Kota Tangerang yang mengakui turut hadir dalam pertemuan zoom meeting tersebut mengungkapkan, bahwa selaku orangtua siswa, dirinya sama sekali tidak terbebani dengan seragam khas SMP Negeri 20 yang diadakan melalui Koperasi Sekolah.

"Justru kami selaku orangtua sangat diuntungkan," kata RS kepada awak media di Tangerang Kamis (21/10/2021).

Hal itu disampaikan RS, karena dia menilai kelonggaran yang diberikan oleh pihak sekolah SMP Negeri 20 Kota Tangerang dengan tidak mewajibkan orang tua murid untuk membayar sekaligus dan boleh mencicil merupakan kebijakan yang meringankan beban orang tua murid.

"Karena saya bayarnya tidak harus sekaligus, dan boleh dicicil semampu kita. Coba kalau beli sendiri misalnya yang sudah jadi, belum tentu ukuranya pas dan harus cash pula, emangnya beli di luar bisa dicicil?" ujarnya seraya bertanya.*[Red]

Editor: Togab BB