Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Desa Kiarasari Bogor Menyimpan Potensi Alam Bercorak Agrowisata yang Mempesona


Desa Wisata Kiarasari, Kabupaten Bogor.

______________________________________________________
NusantaraPostOnline.com, JAKARTA -- Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat menyimpan potensi alam yang melimpah, mulai dari pegunungan hingga pertanian yang terhampar luas. Tak heran, Desa-desa di Kabupaten Bogor banyak dikunjungi wisatawan untuk menikmati keindahan hingga ketenangan agrowisata yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Satu diantaranya adalah Desa Kiarasari. Desa yang masuk ke dalam wilayah kecamatan Sukajaya ini menyediakan destinasi untuk camping di areal dekat pertanian yang menyuguhkan suasana alam pedesaan yang tenang dan nyaman.

Wilayah yang berada di ujung Bogor Barat ini termasuk dalam buffer zone atau desa penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) sehingga memiliki pesona alam yang indah dengan suasana sejuk yang khas.

Dilansir dari detik.com, Desa Kiarasari diperkirakan memiliki luas 1.078,5 hektare. Destinasi wisata di ujung barat Bogor ini menawarkan pesona agro wisata dengan nuansa alam dan pedesaan yang sangat asri. Alamnya yang berkontur, berundak dan dikelilingi oleh Hutan Halimun membuat Desa Kiarasari sangat subur dengan pertanian.

Hal ini pun tidak jarang membuat banyak pengunjung yang datang ke Desa Kiarasari hanya untuk mencari angin segar di daerah pedasaan yang sulit didapatkan di daerah Kota, seperti halnya melihat lanskap sawah terasering berlatar hutan tropis.

Selain itu, desa yang berada di ketinggian 700-900 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini pun kerap menjadi tempat melepas penat anak muda di akhir pekan.

Keindahan alam yang tersimpan di wulayah Desa Kiarasari ini satu diantaranya adalah pesona Curugnya. Jadi tak heran, sebagai desa penyangga, Desa Kiara Sari dikelilingi 8 Curug.

Satu di antara 8 Curug tersebut adalah Curug Pintu Air.  Menariknya Curug ini karena airnya sangat jernih dan juga terasa dingin, serasa menikmati air yang baru turun dari gunung langsung.

Curug Pintu Air, Desa Kiarasari

Sedangkan 7 Curug lainnya yakni Curug Batu Saleket, Curug Cidadak, Curug Cidurian, Curug Cirende, Curug Cibatu Hideung, Curug Kawung dan Curug Sawer.

Melansir wisatahalimun.co.id, Desa Kiarasari atau Desa Pandak dimekarkan menjadi 2 Desa yaitu Desa Kiarapandak dan Desa Kiara (awal) di tahun 1979.

Pada tahun 2016, Desa Wisata Malasari dideklarasikan sebagai branding wisata di Kiarasari dengan Kampung Cibuluh yang difokuskan sebagai obyek utama wisata perdesaan. 

Nama Cibuluh sendiri yang berarti pancuran, berasal dari dua suku kata yaitu yaitu 'CI' yang berarti Air atau Cai dalam padanan Sunda dan buluh nama lain dari Bambu (Bambusoideae). Konon menurut cerita, dinamakan Cibuluh itu karena pertama kali masyarakat setempat membuka kampung ini dengan membuat saluran air (pancuran) dari bambu atau awi buluh.

Khusus untuk masyarakat perkotaan yang tidak memiliki kampung, namun ingin merasakan pulang ke desa dan bermukim sebentar saja dalam nuansa kampung agro diatas bukit yang di lingkar oleh megahnya hutan Halimun, maka Kampung Cibuluh Desa Kiarasari adalah destinasi pilihan yang tepat.
Pesona Agro Wisata Desa Kiarasari

Secara administratif, Desa Kiarasari menginduk pada Kasepuhan Cipatat Kolok dan Kasepuhan Urug yang menjadi puser dayeh Kasepuhan Halimun di tiga Kabupaten. 

Hal ini telah menjadi simbol perilaku bahwa masyarakat Desa Kiarasari masih taat pada aturan adat yang telah digariskan leluhur nya. 

Ketaatan masyarakat Desa Kiarasari terhadap adat sampai saat ini masih mempengaruhi pola perilaku kehidupan sehari-hari, gaya arsitektur pada pembangunan rumah dan cara bertani serta cara berpikir masyarakat dalam kesehariaannya.

Selain adat, budaya, tradisi dan perilaku masyarakat keseharian, Magnet wisata Kiarasari lainnya adalah Gunung Manapa yang menyimpan banyak rahasia Halimun. Kegagahan Curug Kaung yang memiliki Gua di dalamnya pun sungai Cidurian merupakan satu dari sekian banyak obyek wisata di kaki Gunung Manapa Desa Wisata Kiarasari.

Setelah puas menyaksikan salah satu atraksi alam di kaki Gunung Manapa. wisatawan juga bisa bermalam di areal sekitar Batu Kandang. Areal ini dapat menampung 10 tenda yang berkapasitas 8 orang. Landscape Gunung Manapa yang gagah, aliran sungai Cidurian yang datar dan terlihat tenang ini menjadi suguhan alam gugusan hutan Halimun.

Untuk menggapai areal ini wisatawan harus menyusur Sungai Cidurian menuju hulu melewati beberapa rintangan. Cambuk berduri dari Rotan Badak ini kerap menghalangi langkah wisatawan di atas batu-batuan besar. Beberapa pohon tua, seperti pohon Saninten juga turun menjadi portal magis sepanjang perjalanan, sungguh mengasyikan.

Baca juga:
Kolam Pemandian Alam Cirahab Banten, Airnya Jernih Nan Sejuk, Patut Dikunjungi!

Nah, jika sudah menikmati berbagai wisata Desa Kiarasari, wisatawan juga membawa pulang oleh-oleh makanan khas dari Desa Kiarasari, di antaranya Daun Poh-pohan Krispi, Jantung Pisang Krispi, Keripik Pepaya, Dodongkal dan lain-lain. Deretan produk makanan tersebut merupakan hasil produksi tangan-tangan masyarakat Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Mandiri Desa Kiarasari.*[Red]

Editor: Togab BB